Home Berita Internasional WHO Chief Tiba di Epicentrum Wabah Ebola di Kongo

WHO Chief Tiba di Epicentrum Wabah Ebola di Kongo

Sumbawanews.com,- Bunia, Kongo – Pemimpin WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, tiba di Bunia, pusat wabah Ebola yang kian meluas, dalam upaya mendesak memperkuat respons global terhadap wabah terbesar ketiga dalam sejarah penyakit mematikan itu. Hingga kini, tercatat 1.028 kasus diduga dan 225 kasus konfirmasi positif, dengan laju penyebaran yang dinilai melebihi kapasitas tanggap kesehatan internasional.

Dalam kunjungan mendadak itu, Tedros meninjau langsung pusat perawatan darurat, berdialog dengan tenaga medis yang kelelahan, serta menemui keluarga korban yang masih dalam duka. Ia mengakui bahwa upaya penanggulangan saat ini belum secepat laju penularan virus, terutama di daerah terpencil yang sulit dijangkau dan minim infrastruktur kesehatan.

“Kita tidak bisa lagi bekerja dengan cara lama,” ujar Tedros di depan media setelah inspeksi lapangan. “Kita butuh respons yang lebih cepat, lebih terkoordinasi, dan lebih adil — bukan hanya dari WHO, tapi dari seluruh dunia.”

Pemerintah Kongo, dengan bantuan organisasi kemanusiaan seperti MSF dan UNICEF, telah mengerahkan vaksin dan tim pelacak kontak, namun tantangan tetap besar: kecurigaan masyarakat terhadap vaksin, mobilitas tinggi penduduk, dan konflik bersenjata di wilayah timur yang menghambat distribusi bantuan.

Wabah ini telah menewaskan puluhan orang dalam beberapa pekan terakhir, dan para ahli memperingatkan bahwa jika tidak segera dikendalikan, wabah berpotensi menyebar ke kota-kota besar seperti Goma dan bahkan lintas batas ke negara tetangga seperti Uganda dan Rwanda.

Tedros menegaskan bahwa dunia tidak boleh mengulangi kesalahan masa lalu — ketika wabah Ebola di Afrika Barat pada 2014-2016 menjadi bencana global karena respons yang terlambat. “Kita tidak bisa menunggu sampai 10.000 kasus baru sebelum bertindak. Setiap jam penting.”

Pemerintah Kongo telah meminta bantuan darurat dari negara-negara maju, sementara WHO mengumumkan penyaluran tambahan 50.000 dosis vaksin dan 200 tenaga medis tambahan dalam waktu 72 jam ke depan. Namun, para pemimpin kesehatan lokal mengatakan, yang dibutuhkan bukan hanya obat dan vaksin — tapi kepercayaan, kehadiran, dan komitmen jangka panjang.

Previous articlePDIP Fokus Kuatkan Kader DPRD demi Kaum Marhaen
Next articleKonsumsi Jemaah Haji Terganggu, Timwas Soroti Kinerja Kemenhaj
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik