Home Berita Internasional Warga Lebanon Selatan Kembali Mengungsi Akibat Ancaman Serangan

Warga Lebanon Selatan Kembali Mengungsi Akibat Ancaman Serangan

Sumbawanews.com,- Ribuan warga di Lebanon Selatan kembali meninggalkan rumah mereka dalam kepanikan, menyusul peringatan evakuasi mendadak dari otoritas militer yang mengaitkan lonjakan aktivitas militer di perbatasan dengan Israel. Di jalan-jalan menuju kota pelabuhan Sidon, keluarga-keluarga berdesakan di dalam mobil-mobil pribadi, membawa seadanya barang-barang penting—mainan anak, pakaian, dan makanan sisa—sambil menatap ke belakang, meninggalkan desa-desa yang selama ini menjadi rumah mereka.

Kondisi ini memicu gelombang pengungsian kedua dalam waktu kurang dari sebulan, setelah sebelumnya ketegangan sempat mereda. Warga yang sebelumnya kembali ke rumah mereka pasca gencatan senjata sementara kini terpaksa mengulang penderitaan yang sama. Di sepanjang jalan raya, terlihat tenda-tenda darurat berdiri di pinggir jalan, dikelilingi anak-anak yang diam, dan ibu-ibu yang berdoa sambil memeluk erat bayi mereka.

Laporan dari PBB menyebut lebih dari 15.000 orang telah mengungsi sejak peringatan dikeluarkan pada Selasa malam. Wilayah yang paling terdampak mencakup kawasan Marjayoun, Qana, dan Bint Jbeil—daerah-daerah yang pernah menjadi saksi kehancuran berulang dalam konflik sebelumnya. Pemerintah Lebanon mengaku kesulitan menampung para pengungsi, karena fasilitas darurat sudah penuh dan sumber daya kemanusiaan hampir habis.

Sementara itu, Israel belum memberikan pernyataan resmi, tetapi sumber militer anonim mengatakan bahwa “tindakan preventif” sedang dipertimbangkan sebagai respons terhadap “aktivitas yang mengancam” dari kelompok bersenjata di wilayah perbatasan. PBB dan organisasi kemanusiaan internasional mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri, memperingatkan bahwa skenario yang sama bisa berubah menjadi bencana kemanusiaan yang lebih besar.

Di tengah kegelisahan itu, para relawan lokal bergerak cepat—membagikan air, roti, dan obat-obatan dasar. “Kami tidak takut pada bom,” kata seorang ibu berusia 52 tahun sambil menatap langit yang mendung. “Tapi kami takut pada kebiasaan yang membuat kami selalu harus lari dari rumah sendiri.”

Previous articleAmazon Rilis Kindle Scribe Tanpa Lampu Depan, Harga Lebih Terjangkau
Next articleInsta360 Luna Ultra Hadir di AS dengan Dual Kamera 8K dan Remote Sentuh
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.