Sumbawanews.com,- Jakarta — Proses verifikasi calon penerima Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah telah menembus angka 300 ribu unit dari target awal 400 ribu unit pada Juni 2026. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Muhammad Qodari mengungkapkan, tahap verifikasi yang kini menjadi fokus utama diprediksi selesai seluruhnya dalam waktu dua bulan, dengan pelaksanaan fisik perbaikan rumah ditargetkan rampung pada Oktober hingga November mendatang.
“Kami memprioritaskan keakuratan data penerima agar bantuan tepat sasaran. Dari 300 ribu unit yang telah diverifikasi, sebagian besar berasal dari wilayah dengan tingkat kemiskinan dan kerentanan perumahan tertinggi,” ujar Qodari dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (17/6).
Anggaran senilai Rp8,3 triliun dari APBN 2026 dialokasikan untuk program ini, dengan besaran bantuan bervariasi berdasarkan lokasi: Rp20 juta per unit untuk wilayah umum, Rp25 juta untuk Papua dan Maluku Utara, serta Rp40 juta untuk daerah terpencil, pegunungan, dan pulau-pulau kecil. Jawa Barat menjadi provinsi dengan progres tertinggi, diikuti Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan.
Penentuan penerima didasarkan pada indikator multidimensi, termasuk jumlah rumah tidak layak huni (RTLH), tingkat kemiskinan, ketimpangan sosial, dan kedalaman kemiskinan. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) juga membuka peluang pengusulan bantuan secara luas — tidak lagi terbatas pada kepala daerah atau anggota DPR, tetapi juga melibatkan tokoh masyarakat, ormas, dan lembaga swadaya masyarakat.
Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga transparansi dan mencegah penyelewengan anggaran. “Kami tidak akan segan menindak tegas siapa pun yang berani memotong hak rakyat miskin. Program ini adalah bagian dari visi Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan setiap warga negara memiliki rumah layak huni, bukan sekadar janji politik,” tegasnya.
Program ini menjadi salah satu pilar utama dalam upaya mempercepat pemenuhan hak dasar perumahan di tengah tantangan geografis dan ekonomi yang kompleks. Dengan progres yang tercatat mencapai 13,51 persen dari total target, pemerintah optimistis target 400 ribu unit dapat tercapai tepat waktu, sekaligus menjadi fondasi bagi rencana peningkatan volume hingga 2 juta unit pada 2027.















