Sumbawanews.com,- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan nota kesepahaman (MoU) antara AS dan Iran telah berakhir, menyusul serangan militer AS terhadap Iran pada Rabu pagi, 8 Juli 2026. Pernyataan itu disampaikan Trump saat berada di KTT NATO di Ankara, Turki, di mana ia menilai negosiasi dengan Iran sebagai “buang-buang waktu” dan menegaskan bahwa kesepakatan itu “sudah berakhir.” Ia juga menyebut para pemimpin Iran sebagai “orang-orang jahat” dan “sakit,” sambil menegaskan bahwa negosiatornya tetap diperbolehkan terus berunding. Serangan AS tersebut memicu lonjakan harga minyak mentah Brent hingga 6 persen menjadi 78 dolar AS per barel, sementara bursa saham Eropa anjlok 1,6 persen dan nilai tukar dolar menguat. Trump juga mengkritik sejumlah negara anggota NATO, menilai Inggris tidak memberikan akses penuh ke pangkalan militernya dan Italia “sangat buruk” dalam mendukung operasi AS, meski Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menyatakan 5.000 pesawat Eropa telah mendukung operasi tersebut.















