Sumbawanews.com,- Pada 18 Agustus 1769, sambaran petir menghantam menara Gereja San Nazaro di Brescia, Italia, memicu ledakan dahsyat yang menghancurkan sebagian kota dan menewaskan hingga 3.000 orang. Ledakan itu terjadi setelah petir menyulut sekitar 90 ribu kilogram bahan peledak yang disimpan di ruang bawah tanah gereja. Peristiwa ini menjadi salah satu bencana paling mematikan yang disebabkan oleh sambaran petir dalam sejarah. Tragedi tersebut memicu perubahan mendalam dalam sistem perlindungan terhadap gudang amunisi di seluruh Eropa.
Sebelumnya, pada 1751, Benjamin Franklin telah membuktikan bahwa listrik dapat memicu bahan peledak melalui eksperimennya. Penemuannya tidak hanya melandasi perkembangan teknologi listrik modern, tetapi juga mengungkap risiko besar dari penyimpanan amunisi tanpa perlindungan petir. Setelah kejadian di Brescia, Franklin secara aktif menyarankan pemerintah Eropa untuk memasang sistem penangkal petir pada gudang senjata, mengubah cara dunia memandang keamanan penyimpanan bahan peledak.















