Home Berita Internasional Trump Redam Beirut, Israel Gempur Selatan Lebanon

Trump Redam Beirut, Israel Gempur Selatan Lebanon

Sumbawanews.com,- Meski Presiden Amerika Serikat Donald Trump berhasil mencegah serangan Israel terhadap Beirut, pertempuran sengit justru memanas di Lebanon selatan, tempat Hizbullah memiliki basis kuat. Kesepakatan sementara yang dirundingkan di Washington—dengan jaminan Hizbullah akan menghentikan serangan lintas batas jika Beirut tidak diserang—ternyata tak mampu menghentikan operasi militer Israel di wilayah perbatasan.

Pada Selasa (2/6/2026), serangan udara dan artileri Israel meluluhlantakkan dua kota di Lebanon selatan, menewaskan setidaknya empat warga sipil. Militer Israel memerintahkan penduduk Nabatiyeh—pusat operasi Hizbullah—untuk mengungsi, sementara pasukan mereka terus memperluas posisi di sekitar kota itu. Salah satu pencapaian militer paling simbolis adalah penguasaan Kastel Beaufort, benteng bersejarah berusia 900 tahun yang kini menjadi titik strategis di tenggara Nabatiyeh.

Hizbullah merespons dengan menembakkan roket dan artileri ke arah pasukan Israel di sekitar Beaufort serta menyerang kendaraan militer di wilayah selatan Nabatiyeh. Namun, kelompok ini belum melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel sejak Senin, menunjukkan kepatuhan sebagian terhadap kesepakatan yang ditengahi AS.

Di sisi lain, Israel mulai melonggarkan pembatasan keamanan di beberapa komunitas utara. Warga diizinkan kembali bekerja dan bersekolah—asalkan tersedia tempat perlindungan dari serangan—dan di beberapa daerah, larangan total telah dicabut. Namun, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, memberi peringatan tegas: jika serangan dari Lebanon selatan berlanjut, Israel akan meluncurkan serangan balasan ke pinggiran selatan Beirut, termasuk kawasan Dahiyeh yang menjadi markas Hizbullah.

Ketegangan sempat mencapai puncaknya setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengumumkan rencana serangan besar ke Dahiyeh, memicu kemarahan Iran. Teheran menghentikan pembicaraan tidak langsung dengan Washington dan memperingatkan warga Israel di utara untuk segera mengungsi. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, bahkan menyatakan kepada rekan Lebanon, Nabih Berri, bahwa Iran siap menghadapi Israel secara langsung jika serangan terhadap Beirut dilanjutkan.

Namun, tekanan diplomatik dari Trump—yang secara pribadi menghubungi Netanyahu—berhasil menahan eskalasi di ibu kota Lebanon. Menurut Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, pejabat Lebanon telah menyampaikan pesan dari Hizbullah bahwa kelompok itu bersedia menahan diri selama Beirut tidak menjadi target. Meski begitu, Washington tetap mengklasifikasikan Hizbullah sebagai organisasi teroris dan tidak memiliki hubungan resmi dengan kelompok tersebut.

Sementara itu, pemerintah Lebanon terus mendorong gencatan senjata penuh dalam perundingan baru dengan Israel di Washington. Namun, upaya ini dihadang oleh ketidakpercayaan mendalam dari kedua belah pihak—dan oleh fakta bahwa serangan di Lebanon selatan tak kunjung reda. Di tengah keheningan yang rapuh, pesawat nirawak Israel terus mengudara di atas Beirut, mengingatkan warga bahwa perdamaian yang dijanjikan masih jauh dari kenyataan.

Previous articleGunung Semeru Gempa Letusan 583 Kali dalam Seminggu
Next articlePrabowo Hadiri Open House Sekolah Rakyat di Bogor
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik