Sumbawanews.com,- Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (Waka BGN) Mayjen TNI (Purn) Trenggono secara resmi mengakhiri karier militernya demi fokus pada tugas baru di sektor kesehatan publik. Keputusan pensiun dini itu diungkapkannya sendiri saat tiba di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (8/6/2026), menjelang pelantikannya sebagai Waka BGN.
“Sudah. Semenjak diumumkan,” ujar Trenggono singkat, sambil melangkah masuk ke dalam istana, tanpa menoleh ke belakang. Ia menegaskan, keputusan ini murni atas kesadarannya sendiri, bukan atas instruksi Presiden Prabowo Subianto. “Jadi saya pensiun dini. Kesediaan saya,” tegasnya.
Pengunduran dirinya dari TNI resmi diajukan pada Rabu (3/6), dan telah mendapat persetujuan dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Kepala Pusat Penerangan TNI (Kapuspen), Mayjen TNI Muhammad Nas, memastikan proses administrasi pemutusan hubungan dinas sedang berjalan sesuai prosedur. “Administrasi kepegawaian berjalan sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Nas.
Sebelum bergabung di Badan Gizi Nasional, Trenggono menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, perusahaan yang bergerak di bidang ketahanan pangan. Karier militernya yang panjang, termasuk pernah menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Akademi Militer Magelang, menjadi fondasi kuat bagi perannya kini dalam membangun sistem gizi nasional yang lebih terstruktur.
Penunjukannya sebagai Waka BGN merupakan bagian dari reshuffle besar-besaran pimpinan lembaga tersebut oleh Presiden Prabowo Subianto, yang juga mencopot tiga pejabat lama BGN pada pekan sebelumnya. Trenggono bersama Agustina Arumsari, yang dilantik sebagai Kepala BGN, menjadi wajah baru dalam upaya memperkuat program nutrisi nasional pasca-pandemi dan krisis pangan global.
Dengan meninggalkan seragam militer yang telah dikenakan selama puluhan tahun, Trenggono kini memilih mengabdikan keahliannya pada misi yang lebih luas: memastikan setiap warga negara, dari ujung timur hingga barat, mendapat akses gizi seimbang—bukan sebagai perwira, tapi sebagai arsitek kesehatan bangsa.

















