Sumbawanews.com,- Mayjen TNI Trenggono resmi mengundurkan diri dari dinas aktif TNI setelah ditunjuk sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden Prabowo Subianto. Pengunduran dirinya, yang diajukan sejak pengumuman penunjukan pada 2 Juni 2026, dilakukan atas kesadaran pribadi, bukan atas permintaan resmi dari Istana.
Dalam keterangan singkatnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (8/6/2026), Trenggono menegaskan bahwa keputusan itu diambil untuk memastikan integritas dan konsistensi perannya di BGN. “Sudah (mundur),” ujarnya tegas, menanggapi sorotan publik yang sempat mempertanyakan kelayakan seorang perwira aktif menjabat di lembaga pemerintahan nonmiliter yang sedang dalam pemulihan pasca-skandal korupsi.
Penunjukan Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN memang menarik perhatian, mengingat latar belakangnya yang militer di tengah lembaga yang baru saja tercoreng oleh kasus penyelewengan dana Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala BGN, Nanik S Deyang, yang dilantik bersamaan dengannya, merupakan tokoh sipil dengan latar belakang akademis di bidang biologi. Kombinasi ini diharapkan bisa membangun kembali kepercayaan publik melalui sinergi antara disiplin militer dan keahlian teknis di bidang gizi.
Trenggono sendiri tidak menampik bahwa keputusannya ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk membersihkan citra BGN. “Saya tidak ingin ada keraguan bahwa keputusan saya di sini terpengaruh oleh status militer. Saya ingin fokus penuh pada tugas baru,” katanya.
Pengunduran dirinya telah diproses sesuai prosedur administratif TNI, dan statusnya kini resmi sebagai pensiunan. Dengan demikian, ia menjadi perwira tinggi kedua yang meninggalkan dinas aktif untuk bergabung dalam reformasi BGN, menyusul pencopotan mantan kepala BGN, Dadan, yang tersandung kasus korupsi pengadaan barang hingga motor listrik dan sepatu.
Langkah ini dianggap strategis oleh sejumlah pengamat kebijakan publik. “Ini sinyal kuat bahwa pemerintah tidak main-main dalam memperbaiki tata kelola BGN. Menggabungkan disiplin militer dengan komitmen sipil adalah cara cerdas untuk menekan praktik korupsi yang sudah terlalu lama mengakar,” ujar Dr. Rina Sari, peneliti kebijakan publik dari Universitas Indonesia.
Trenggono kini bersiap menjalani tugas baru di BGN, yang tengah berbenah pasca-reformasi struktural dan audit ketat dari DPR. Ia akan bekerja sama dengan Nanik S Deyang dalam mengawal implementasi program MBG yang lebih transparan, akuntabel, dan berbasis bukti ilmiah — sebuah misi yang tak hanya soal gizi, tapi juga soal kepercayaan rakyat terhadap negara.

















