Sumbawanews.com,- Tiga warga negara Nigeria ditemukan tak bernyawa dalam satu kamar apartemen di Cengkareng Timur, Jakarta Barat, Senin (1/6) malam. Dua di antaranya ditemukan terbujur kaku di atas tempat tidur, sementara satu lagi tergeletak di lantai dalam keadaan tak sadarkan diri. Korban yang masih hidup, OSO (39), langsung dilarikan ke Rumah Sakit Buddha Tzu Chi untuk mendapat perawatan intensif.
Polisi mengonfirmasi identitas dua korban tewas sebagai CD (27) dan II (34). Meski tidak ditemukan tanda kekerasan fisik pada tubuh mereka, penyebab kematian masih dalam penyelidikan mendalam oleh Polres Metro Jakarta Barat. Tim forensik dan laboratorium sedang menguji sampel darah, cairan tubuh, serta lingkungan kamar untuk memastikan apakah kematian itu akibat keracunan, overdosis, atau faktor medis lainnya.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menegaskan bahwa tidak ada indikasi perkelahian atau pencurian. “Kami masih memeriksa riwayat aktivitas ketiganya, hubungan sosial, serta kemungkinan penggunaan zat terlarang,” ujarnya, Kamis (4/6). Pihak kepolisian juga bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan perwakilan Nigeria untuk memastikan prosedur hukum internasional terpenuhi.
Kamar yang menjadi lokasi kejadian berada di lantai tiga Apartemen City Park Tower F, sebuah gedung yang kerap menjadi tempat tinggal komunitas WNA, termasuk banyak warga Nigeria yang bekerja di sektor perdagangan dan jasa. Warga sekitar melaporkan bahwa ketiganya sering keluar-masuk bersama, namun jarang berinteraksi dengan tetangga.
Pemerintah Nigeria melalui Kedutaan Besar di Jakarta telah mengirimkan perwakilan untuk memastikan penanganan jenazah sesuai protokol budaya dan agama. Sementara itu, polisi masih mengejar kemungkinan adanya pihak ketiga yang terlibat—baik sebagai pelaku, saksi, atau penyedia zat yang diduga menjadi penyebab kematian.
Kasus ini memicu kekhawatiran baru tentang kondisi kehidupan WNA di perkotaan Indonesia, terutama di tengah meningkatnya pengawasan terhadap izin tinggal dan aktivitas ilegal. Sebelumnya, kasus serupa terjadi di Bekasi, di mana seorang WNA Korea Selatan ditemukan tewas dalam kondisi serupa, dan kini penyelidikan terhadap kasus ini berjalan paralel dengan kasus OTT KPK terhadap pejabat imigrasi Jakarta Barat yang diduga terlibat dalam praktik izin WNA ilegal.
Pihak berwenang meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan spekulasi tanpa dasar, sambil menjamin bahwa semua kemungkinan akan dikejar hingga tuntas. “Kami tidak akan mengabaikan satu petunjuk pun,” tegas Budi.

















