Sumbawanews.com,- Perusahaan energi Prancis EDF menghentikan operasional tiga reaktor nuklir pada akhir pekan lalu, menyusul kekeringan parah yang menurunkan debit air di Sungai Meuse dan Moselle. Dua reaktor di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chooz di Ardennes, serta satu reaktor di fasilitas Cattenom di Moselle, masih belum beroperasi hingga Senin sore. Keputusan ini diambil untuk mematuhi perjanjian tahun 1998 antara Prancis dan Belgia yang mengharuskan penyesuaian produksi listrik demi menjaga debit air sungai yang memadai bagi kebutuhan ekologis dan sosial di kedua negara. EDF juga telah mengurangi produksi di empat reaktor lainnya—Bugey 3, Tricastin 4, Saint-Alban 1, dan Saint-Alban 2—sebagai langkah pencegahan terhadap kenaikan suhu air dan penurunan permukaan sungai.
Prancis memiliki 57 reaktor nuklir yang memenuhi sekitar 70 persen kebutuhan listrik nasional, dengan sebagian besar lokasinya berdekatan dengan sungai atau laut untuk keperluan pendinginan. Ketika gelombang panas melanda, suhu air yang meningkat dan debit yang menurun memaksa operator untuk membatasi atau menghentikan operasi demi mencegah kerusakan ekosistem perairan dan menghindari pelepasan limbah panas maupun kimia yang berpotensi berbahaya. Wilayah Ardennes dan Moselle saat ini berada dalam status peringatan kuning gelombang panas, seiring suhu ekstrem yang terus melanda sebagian besar wilayah Prancis.















