Sumbawanews.com,- Amerika Serikat menarik seluruh pesawat pengebom B-1B Lancer dari Pangkalan Udara RAF Fairford di Inggris, kembali ke pangkalan utamanya di Amerika Serikat, menyusul munculnya ancaman keamanan nyata yang terkait dengan fasilitas militer tersebut. Penarikan dilakukan pada 4 Oktober 2026, beberapa hari setelah aparat kontraterorisme Inggris menangkap sejumlah orang terkait dugaan rencana serangan terhadap pangkalan yang menjadi basis operasi bomber AS di Eropa. Pentagon dan Komando Eropa AS mengonfirmasi bahwa semua bomber yang ditempatkan di Fairford telah dikembalikan ke AS, meski tidak menjelaskan secara terbuka alasan spesifik di balik keputusan itu. Sumber militer menyebut insiden tersebut sebagai “real world incident” atau insiden nyata di lapangan.
RAF Fairford, yang terletak di Gloucestershire, telah lama berperan sebagai forward operating location bagi armada pengebom jarak jauh AS, termasuk dalam berbagai misi Bomber Task Force bersama sekutu NATO. Sebanyak 12 pesawat B-1B Lancer meninggalkan pangkalan itu pada 4 Oktober. Penangkapan lima pria pada 27 September di sekitar fasilitas militer menjadi awal dari peningkatan kekhawatiran, setelah polisi menemukan bahan bakar dalam kendaraan mereka—meski tidak ada bahan peledak. Penyelidikan kemudian berkembang dengan penangkapan seorang pria berusia 25 tahun berkewarganegaraan ganda Inggris-Iran di London, yang diduga terkait rencana serangan terhadap pangkalan tersebut.
Meski demikian, militer AS menegaskan bahwa kemampuan serangan jarak jauhnya tidak terganggu. Armada bomber B-1, B-2, dan B-52 tetap mampu menjalankan misi global langsung dari wilayah Amerika Serikat.















