Sumbawanews.com,- Pagi Jumat, 26 Juni 2026, sebuah rumah di Jalan Administrasi I, RT 001/RW 07, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, runtuh diterjang tanah longsor. Kejadian yang terjadi sekitar pagi hari itu mengakibatkan satu unit rumah warga rusak parah, dengan sebagian struktur bangunan tertimbun material tanah dan batuan.
Menurut informasi dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, petugas Satlantas Jakpus langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengamanan. Tim gabungan dari BPBD, TNI, dan satuan pemadam kebakaran juga turun ke lapangan untuk memastikan tidak ada warga yang terperangkap atau mengalami cedera. Hingga laporan terakhir, tidak ditemukan korban jiwa—semua penghuni rumah berhasil dievakuasi dengan selamat.
Longsor terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur Jakarta dalam beberapa hari terakhir, memperlemah stabilitas tanah di lereng yang sudah rapuh. Lokasi kejadian berada di kawasan padat penduduk dengan topografi miring, yang kerap menjadi titik rawan bencana saat musim hujan tiba. Warga sekitar mengaku telah melihat retakan di dinding tebing sehari sebelum kejadian, namun tidak ada tindakan pencegahan yang signifikan dari pihak berwenang.
Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyatakan akan segera melakukan evaluasi terhadap seluruh titik rawan longsor di kawasan Benhil dan sekitarnya. Langkah jangka pendek mencakup pemasangan rambu peringatan dan penguatan lereng sementara, sementara rencana jangka panjang berupa pemindahan warga dari zona bahaya sedang dikaji bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.
Kepala TMC Polda Metro Jaya, dalam keterangan resminya, mengimbau masyarakat di kawasan berlereng untuk tetap waspada, terutama saat hujan deras berlangsung. “Kami terus memantau kondisi cuaca dan infrastruktur. Jika ada tanda-tanda bahaya, jangan ragu untuk segera mengungsi,” ujarnya.
Kejadian ini menjadi peringatan keras akan kerentanan kawasan perkotaan yang tumbuh tanpa perencanaan tata ruang berkelanjutan. Di tengah urbanisasi pesat, banyak rumah berdiri di atas lahan yang seharusnya dilindungi sebagai zona hijau atau kawasan konservasi tanah.
Warga yang rumahnya hancur kini ditampung sementara di balai RW setempat. Bantuan logistik dan perlengkapan dasar mulai disalurkan oleh pemerintah kelurahan dan organisasi sosial setempat. Pemda Jakarta Pusat juga membuka posko bantuan untuk menerima donasi dari masyarakat.















