Sumbawanews.com,- Los Angeles – Babak pertama Piala Dunia 2026 menyajikan duel panas di Los Angeles Stadium, di mana Timnas Turki berhasil menguasai permainan dan unggul 2-1 atas Amerika Serikat menjelang jeda. Sementara itu, laga antara Paraguay dan Australia di San Francisco berakhir tanpa gol, mempertahankan skor imbang 0-0 hingga istirahat.
Pertandingan antara Turki dan AS langsung meledak di menit ketiga. Auston Trusty, bek kanan tim Amerika, memanfaatkan umpan terobosan Sebastian Berhalter untuk melepaskan tembakan kaki kiri yang melesat ke pojok gawang, membuat Matt Turner tak berdaya. Kebanggaan tuan rumah pun meledak—USA unggul 1-0.
Tapi respons Turki datang cepat dan tajam. Di menit ke-10, Arda Güler, sang bintang muda yang menjadi harapan tim, menerima umpan tarik dari Alper Yılmaz di sisi kiri, lalu dengan tenang mengelabui kiper Matt Turner dalam situasi satu lawan satu. Golnya membuyarkan euforia tuan rumah dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Ketegangan meningkat saat Mark McKenzie nyaris mengembalikan keunggulan AS di menit ke-29. Tendangan kerasnya memantul ke gawang, tapi wasit segera mengangkat bendera offside—gol dianulir. Keputusan itu menjadi titik balik. Tiga menit berselang, Turki justru membalikkan keadaan.
Orkun Kocu, gelandang tengah yang tampil dominan, menyelesaikan serangan cepat beruntun di sisi kiri. Dengan satu sentuhan tajam, ia mengubah umpan silang dari sisi sayap menjadi gol tap-in di depan gawang. Skor berubah menjadi 2-1 untuk Turki, dan AS terlihat kehilangan keseimbangan.
Hingga wasit meniup peluit panjang babak pertama, Amerika Serikat gagal menciptakan peluang berbahaya. Tekanan tinggi dari Turki, ditambah kecermatan di lini tengah, membuat tim asuhan Vincenzo Montella mampu mengendalikan ritme permainan. Sementara itu, tim asuhan Gregg Berhalter terlihat kebingungan dalam membangun serangan, terutama setelah kehilangan kecepatan di sayap.
Di sisi lain, pertandingan Paraguay vs Australia di Levi’s Stadium berjalan lebih kalem. Kedua tim saling mengawasi, tak ada yang berani terlalu maju. Meski memiliki sejumlah peluang—termasuk tendangan bebas dari Mitchell Duke dan sundulan dari Gustavo Gómez—kedua tim gagal menembus pertahanan lawan. Kiper Paraguay, Andrés Martínez, dan penjaga gawang Australia, Andrew Redmayne, sama-sama tampil solid, mempertahankan skor 0-0 hingga jeda.
Hasil ini memberi dampak strategis besar. Turki kini mengunci posisi kedua di Grup A dengan 3 poin, menyusul AS yang tetap di puncak dengan 6 poin, namun kehilangan keunggulan selisih gol. Paraguay dan Australia, yang sama-sama mengumpulkan 4 poin, masih berpeluang besar melaju ke babak gugur—tapi keduanya harus menang di laga terakhir untuk memastikan tiket 16 besar.
Susunan pemain Turki menunjukkan keberanian taktis: Arda Güler sebagai ujung tombak kreatif, didukung Orkun Kocu yang mengatur tempo, sementara AS memilih formasi 4-2-3-1 dengan fokus pada serangan cepat. Namun, kegagalan memanfaatkan peluang di babak pertama bisa jadi menjadi bumerang di babak kedua.
Pertandingan akan dilanjutkan dalam 45 menit mendatang—dengan harapan bahwa kekalahan di babak pertama akan membangkitkan semangat AS, sementara Turki berusaha menutup pintu kemenangan sejak dini. Sementara itu, Paraguay dan Australia siap mempertaruhkan masa depan mereka di lapangan, di mana satu gol bisa mengubah segalanya.















