Home Berita Nasional Serang Luncurkan Kurban 1.000 Domba sebagai Pilot Project Nasional

Serang Luncurkan Kurban 1.000 Domba sebagai Pilot Project Nasional

Sumbawanews.com,- Pemkab Serang, Banten — Dalam sebuah aksi tanpa preseden di Indonesia, seribu ekor domba dipotong secara serentak dalam satu hari untuk memperingati Iduladha 1447 H. Kegiatan yang digelar di Pondok Pesantren Bai Mahdi Soleh Ma’mun, Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, ini bukan sekadar ritual keagamaan biasa—melainkan peluncuran program percontohan nasional pengelolaan hewan kurban skala besar.

Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, menyatakan bahwa ini adalah kali pertama di tanah air pemotongan hewan kurban dilakukan dalam jumlah sebanyak itu secara terkoordinasi dan terstruktur. “Ini menjadi pilot project nasional, karena belum pernah ada yang melakukan pemotongan seribu domba dalam satu waktu dan satu lokasi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (29/5).

Kolaborasi antara Pemkab Serang, PT Kurma Adzwa Farm (KAF), dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menjadi tulang punggung inisiatif ini. Ratu Zakiyah, sapaan akrabnya, mengapresiasi peran Menteri Desa Yandri Susanto dan pemilik KAF, Ikhsan David, yang bersinergi dalam menyusun kerangka kerja yang tidak hanya berorientasi pada distribusi daging, tetapi juga membangun sistem berkelanjutan.

MoU lima tahun yang telah ditandatangani membuka ruang bagi ekspansi program. “Semoga ini terus berkelanjutan. Insya Allah, tahun depan jumlahnya bisa lebih banyak,” harapnya.

Daging dari 1.000 domba itu didistribusikan kepada 22.500 keluarga penerima manfaat di seluruh wilayah Kabupaten Serang. Data penerima ditentukan berdasarkan kategori desil satu hingga tiga—keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah—dengan proses verifikasi hingga tingkat kepala desa untuk memastikan keakuratan sasaran.

Menteri Desa Yandri Susanto menegaskan, program ini adalah buah dari kesepakatan strategis sebelumnya antara Kemendes PDT dan PT KAF untuk menjadikan desa-desa sebagai pusat peternakan domba, sapi, dan kambing. “Ini bukan sekadar simbol. Ini sudah terlaksana, dan alhamdulillah terealisasi,” katanya.

Pemilihan Serang sebagai lokasi peluncuran bukan kebetulan. Daerah ini dinilai memiliki infrastruktur pendukung yang matang: dari sistem logistik kedatangan hewan, pemeriksaan kesehatan oleh tim dokter hewan profesional, hingga kesiapan juri sembelih halal yang bersertifikat. Pengawasan ketat dilakukan sejak hewan tiba hingga proses distribusi daging selesai.

“Ini cara kita memastikan koordinasi tidak hanya di atas kertas, tapi benar-benar terasa manfaatnya oleh masyarakat,” tegas Yandri.

Dengan langkah ini, Serang tidak hanya menjadi tuan rumah ibadah kurban terbesar se-Indonesia, tetapi juga menjadi laboratorium model pengelolaan sosial-ekonomi berbasis keagamaan yang bisa direplikasi di daerah lain.

Previous articleBPIP Tegaskan Seleksi Paskibraka di Sulsel Tak Diskriminatif
Next articleMeta Luncurkan Langganan Berbayar untuk Tiga Aplikasi Utama
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik