Sumbawanews.com,- Mantan Menteri Pertahanan Jenderal (Purn) TNI Ryamizard Ryacudu meninggal dunia pada usia 76 tahun, Minggu (31/5/2026), di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Kehilangan sosoknya tak hanya dirasakan oleh keluarga dan rekan seperjuangan, tapi juga oleh jajaran TNI Angkatan Laut—khususnya oleh mantan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana (Purn) Ade Supandi, yang mengenang peran krusial Ryamizard dalam penggantian KRI Dewaruci dengan KRI Bima Suci.
Dalam kesempatan melayat di rumah duka di Cikeas, Bogor, Ade mengungkapkan bahwa proyek penggantian kapal latih legendaris itu bukan sekadar urusan teknis, tapi sebuah visi strategis yang didorong penuh oleh Ryamizard saat menjabat sebagai Menhan periode 2014–2019. “Saya akan selalu ingat, bagaimana beliau secara aktif mengawal setiap tahapan—dari steel cutting di Spanyol, peluncuran, hingga proses commissioning,” ujar Ade, suara terbata-bata menahan duka.
KRI Dewaruci, yang telah melayani pelatihan ribuan perwira TNI AL selama lebih dari enam dekade, memang sudah memasuki masa pensiun operasional. Namun, penggantiannya bukanlah keputusan sepele. Butuh dukungan politik, anggaran, dan keyakinan bahwa kapal latih modern adalah fondasi pembentukan kepemimpinan laut yang tangguh. Ryamizard, yang dikenal tegas dan berprinsip, tak hanya menyetujui, tapi menjadi penggerak utama di balik layar. Ia memastikan tidak ada hambatan birokrasi yang menghentikan proses ini, bahkan turun langsung menyaksikan peletakan baja pertama di galangan kapal Spanyol.
“Bagi TNI AL, kapal latih bukan sekadar alat. Ia adalah ruang kelas pertama bagi calon pemimpin laut. Dan beliau paham itu,” tambah Ade.
KRI Bima Suci, kapal latih layar berbendera Indonesia yang dibangun di Spanyol dan diresmikan pada 2021, kini menjadi simbol modernisasi pendidikan kemaritiman TNI AL. Ia membawa misi tak hanya melatih keterampilan navigasi, tapi juga menanamkan nilai-nilai kebangsaan, disiplin, dan keberanian—warisan yang selalu ditekankan Ryamizard dalam setiap pertemuannya dengan para taruna.
Kini, dengan berpulangnya Ryamizard, generasi baru TNI AL kehilangan salah satu arsitek terbesar dalam pembangunan kapabilitas laut Indonesia. Ade, yang pernah bekerja erat dengannya, berdoa agar almarhum diterima di sisi-Nya, diberi tempat terbaik, dan dosa-dosanya diampuni. “Perjalanan beliau panjang, penuh pengabdian. Semoga Allah memberinya surga sebagai balasan atas segala jasanya.”
Ryamizard akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, pada Senin (1/6/2026). Di antara tanda jasa dan penghargaan militer yang menghiasi peti jenazahnya, satu hal yang mungkin tak tertera dalam daftar resmi—namun sangat dirasakan oleh ribuan perwira TNI AL—adalah: ia adalah sosok yang percaya bahwa masa depan laut Indonesia dimulai dari kapal latih yang layak.

















