Sumbawanews.com,- Pemilihan primer di enam negara bagian Amerika Serikat pada Selasa (2/6/2026) menjadi titik balik penting menjelang pemilu tengah masa jabatan November mendatang, yang berpotensi mengubah kendali Kongres dan memperkuat atau melemahkan agenda Presiden Donald Trump di sisa masa kepresidenannya. Dari Iowa hingga California, ratusan calon bersaing memperebutkan 74 kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) serta sejumlah kursi Senat, dengan hasilnya bisa menentukan arah politik nasional selama dua tahun ke depan.
Di Iowa, kekosongan kursi Senat akibat pensiunnya Senator Joni Ernst membuka peluang besar bagi partai Demokrat untuk merebut satu dari empat kursi yang harus mereka rebut untuk menguasai Senat. Dua kandidat Demokrat, Josh Turek dan Zach Wahls, bersaing ketat, dengan Turek yang dianggap lebih moderat mendapat dukungan kuat dari elit partai. Di sisi Republik, calon unggulan adalah Ashley Hinson, anggota DPR yang dikenal sebagai pendukung setia Trump. Jika tak ada kandidat yang meraih 35% suara, nominasi akan diputuskan dalam kongres partai pada 13 Juni.
Di New Jersey, perhatian terfokus pada distrik ke-7 yang diwakili oleh Tom Kean Jr., anggota DPR yang absen lebih dari 100 kali voting dan menghindari kegiatan publik di daerahnya. Meski berstatus incumbent, kebijakannya yang dianggap mengabaikan konstituen membuat kursinya rentan direbut Demokrat. Rebecca Bennett, mantan pilot helikopter Angkatan Laut, memimpin balapan primer Demokrat, bersaing dengan tiga kandidat lain: dokter Tina Shah, pengusaha Brian Varela, dan mantan pejabat pemerintahan Joe Biden, Michael Roth.
Montana menjadi sorotan karena kejutan politik: Senator Steve Daines tiba-tiba menarik diri dari pencalonan menjelang batas waktu pendaftaran, memicu spekulasi bahwa ia sengaja membuka jalan bagi Kurt Alme, mantan jaksa federal yang didukung Trump. Namun, kejutan terbesar datang dari Seth Bodnar, veteran Green Beret dan mantan rektor Universitas Montana, yang maju sebagai kandidat independen tanpa melalui primer. Meski tidak berpartisipasi dalam pemilihan partai, Bodnar dikritik karena mengandalkan platform donasi Demokrat, ActBlue, untuk menggalang dana — sebuah langkah yang mempertanyakan netralitasnya.
Di New Mexico, calon paling menarik adalah Deb Haaland, mantan Menteri Dalam Negeri di pemerintahan Biden dan tokoh pertama dari komunitas Indigenous yang menjabat di kabinet AS. Jika menang, Haaland — anggota suku Laguna Pueblo — akan menjadi gubernur perempuan Indigenous pertama dalam sejarah Amerika Serikat.
Di South Dakota, satu-satunya kursi DPR yang tersedia kini menjadi medan pertempuran antara Partai Republik yang ingin mempertahankan kendali. Menteri Hukum negara bagian Marty Jackley, yang mendapat dukungan Trump, menjadi favorit dalam primer partainya setelah Duta Besar Dusty Johnson mundur untuk mencalonkan diri sebagai gubernur.
California, negara bagian dengan populasi terbesar, menjadi panggung terbesar. Dari 52 distrik DPR yang memilih calon, hanya satu — distrik ke-22 — yang diprediksi kompetitif. Di sana, incumbent David Valadao (Republik) bersaing ketat dengan moderat Jasmeet Bains dan progresif Randy Villegas dalam sistem primer nonpartisan, di mana dua kandidat dengan suara terbanyak maju ke pemilu umum. Sementara itu, balapan gubernur menarik perhatian nasional: 61 kandidat bersaing menggantikan Gavin Newsom yang habis masa jabatannya. Nama-nama besar seperti mantan menteri Xavier Becerra, miliarder progresif Tom Steyer, pembawa acara Fox News Steve Hilton, dan sheriff Riverside County Chad Bianco saling bersaing. Di Los Angeles, kejutan datang dari Spencer Pratt, bintang reality TV, yang memicu gelombang dukungan dengan menyerang kegagalan pemerintah kota menangani kebakaran hutan dan tunawisma — mengancam incumbent Karen Bass.
Pemilu primer ini bukan sekadar prosedur internal partai. Ini adalah pengukur pertama kekuatan politik menjelang pemilu krusial, di mana kendali DPR dan Senat — serta arah kebijakan Trump — bergantung pada hasil yang akan ditentukan November mendatang.















