Home Berita Nasional Prabowo Konsultasi Ekonomi dengan Luhut dan Chatib Basri

Prabowo Konsultasi Ekonomi dengan Luhut dan Chatib Basri

Sumbawanews.com,- Jakarta — Presiden Prabowo Subianto memanggil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan dan ekonom senior sekaligus mantan Menteri Keuangan Chatib Basri ke Istana Kepresidenan pada Selasa sore, 9 Juni 2026. Keduanya tiba bersamaan sekitar pukul 15.30 WIB, dalam pertemuan tertutup yang tidak dijelaskan secara rinci oleh para peserta.

Meski enggan berkomentar saat keluar dari kompleks istana, Chatib Basri membenarkan bahwa ia hadir atas undangan langsung Presiden. Luhut, yang sejak awal memegang peran strategis dalam perencanaan ekonomi nasional, juga tidak memberikan rincian agenda, namun kehadiran keduanya menandai upaya pemerintah untuk menggali masukan krusial dari tokoh-tokoh yang telah lama terlibat dalam formulasi kebijakan fiskal dan strategis.

Pertemuan ini terjadi di tengah serangkaian aktivitas intensif Presiden di Istana. Sebelumnya, pada siang hari, Prabowo menggelar rapat terbatas bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait. Di waktu yang berbeda, ia juga menerima surat kepercayaan dari sembilan duta besar negara sahabat, menambah daftar 8 duta besar yang telah diterima sehari sebelumnya.

Duta besar yang menyerahkan surat kepercayaan pada Selasa mencakup perwakilan dari Sri Lanka, Filipina, Korea Selatan, Ceko, Palestina, Yunani, Lebanon, dan Saint Lucia. Prosesi tersebut dihadiri oleh tiga wakil menteri luar negeri, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, menunjukkan tingginya perhatian pemerintah terhadap diplomasi ekonomi dan politik luar negeri.

Kehadiran Luhut dan Chatib Basri—dua nama yang dikenal sebagai arsitek kebijakan ekonomi di era sebelumnya—menegaskan bahwa Presiden Prabowo tidak hanya mengandalkan struktur kabinet baru, tetapi juga memadukan pengalaman historis dengan pendekatan kekinian. Keduanya pernah menjadi penasihat penting dalam berbagai kebijakan makroekonomi, termasuk stabilisasi nilai tukar, restrukturisasi utang, dan reformasi perpajakan.

Pertemuan ini kemungkinan membahas tantangan ekonomi terkini, termasuk tekanan inflasi, ketahanan pangan, dan respons terhadap perubahan tarif perdagangan global, terutama pasca-kebijakan baru dari Amerika Serikat yang masih dalam proses negosiasi. Dengan latar belakang yang saling melengkapi—Luhut sebagai strategis dan praktisi kebijakan, Chatib sebagai akademisi dan perumus kebijakan fiskal—pertemuan ini menjadi indikator kuat bahwa pemerintah sedang membangun fondasi ekonomi yang berbasis pada konsensus keahlian, bukan sekadar keputusan politik.

Dalam beberapa hari terakhir, Presiden juga telah menunjukkan fokus pada isu-isu sosial-ekonomi, mulai dari pelantikan Penasihat Khusus Bidang Ketenagakerjaan Said Iqbal hingga penekanan pada efisiensi pengelolaan sumber daya publik melalui kantin sekolah sebagai alternatif dapur MBG. Konsultasi dengan Luhut dan Chatib Basri menjadi bagian dari pola yang konsisten: menggabungkan kecepatan keputusan dengan kedalaman analisis.

Previous articleChatib Basri Bertemu Presiden Prabowo di Istana
Next articleDonut Lab Dibongkar, Teknologi Baterai Solid-State Hanya Rekayasa
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.