Sumbawanews.com,- Jakarta – Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis berbuah empat kesepakatan strategis yang menandai lompatan signifikan dalam hubungan bilateral kedua negara. Kesepakatan-kesepakatan itu, yang diumumkan oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, berfokus pada tiga pilar utama: ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan.
Dalam pertemuan puncak di Istana Élysée pada Kamis (28/5), Presiden Prabowo dan Presiden Emmanuel Macron tidak hanya memperdalam dialog politik, tetapi juga meresmikan peluncuran Forum Bisnis Tingkat Tinggi Indonesia-Prancis (France-Indonesia High Level Business Council). Inisiatif ini, yang digagas oleh Kadin Indonesia dan MEDEF International, menghadirkan 30 pemimpin perusahaan dari kedua negara dengan total kapitalisasi pasar gabungan mencapai 1,3 triliun dolar AS. Forum ini dirancang sebagai mekanisme berkelanjutan untuk mendorong investasi, mempercepat implementasi nota kesepahaman, dan membangun jembatan antara dunia usaha kedua negara.
Kunjungan ini juga disambut dengan upacara kehormatan yang langka dan megah. Presiden Prabowo diterima dengan pengawalan kehormatan yang terdiri dari 146 pasukan berkuda dan 27 personel motoris, sebelum diterima langsung oleh Presiden Macron dan Ibu Negara Brigitte Macron di Istana Élysée. Upacara seremonial di Les Invalides, yang dihadiri Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu, menjadi simbol kehormatan tinggi yang biasanya diberikan hanya kepada mitra strategis.
Teddy menegaskan, seluruh rangkaian acara mencerminkan kedalaman hubungan yang telah dibangun sejak kunjungan balasan Macron ke Indonesia pada Mei 2025, ketika 27 nota kesepahaman senilai lebih dari 11 miliar dolar AS ditandatangani. Kini, empat kesepakatan baru ini bukan sekadar perpanjangan tangan ekonomi, tetapi bukti nyata bahwa Indonesia dan Prancis tengah membangun kemitraan yang komprehensif—dari energi bersih hingga teknologi pertahanan—dengan visi jangka panjang yang sejalan.
“Kehormatan bagi Presiden adalah kehormatan bagi bangsa dan rakyat Indonesia,” ujar Teddy, menekankan bahwa simbolisme diplomatik yang ditunjukkan Prancis tidak bisa diabaikan. Dengan dukungan kuat dari sektor bisnis dan komitmen politik tingkat tertinggi, hubungan RI-Prancis kini berada pada titik terbaik dalam sejarahnya, dan langkah-langkah konkret yang diambil dalam kunjungan ini akan menjadi fondasi bagi kolaborasi masa depan yang lebih luas dan berkelanjutan.















