Sumbawanews.com,- Canberra — Ilmuwan berhasil menyusun peta medan magnet terluas dan paling detail yang pernah diciptakan manusia, mengungkap jaringan tak kasatmata yang membentang jauh melampaui galaksi Bima Sakti dan memengaruhi evolusi alam semesta sejak miliaran tahun lalu.
Peta bernama SPICE-RACS ini, hasil kolaborasi internasional yang dipimpin Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO) Australia dan SKA Observatory (SKAO), mencakup lima kali luas peta sebelumnya. Data dikumpulkan melalui teleskop radio Australian Square Kilometre Array Pathfinder (ASKAP) di Australia Barat, yang menangkap sinyal dari hampir empat juta galaksi.
Kunci keberhasilannya terletak pada teknik pengukuran “rotation measure” — cara ilmuwan mengamati perubahan polarisasi cahaya saat melintasi medan magnet kosmik. Dengan metode ini, mereka tidak hanya memetakan keberadaan medan magnet, tetapi juga mengukur kekuatan dan arahnya di berbagai lapisan ruang antargalaksi, dari wilayah terdekat hingga ujung alam semesta yang teramati.
“Ini adalah lompatan besar,” ujar Dr. Alec Thomson, peneliti utama dari CSIRO. “Kami sebelumnya hanya melihat potongan-potongan kecil. Sekarang, kita bisa melihat pemandangan utuh — bagaimana medan magnet mengalir seperti sungai bawah tanah di antara galaksi, memengaruhi pembentukan bintang, pergerakan gas, bahkan struktur besar kosmos.”
Temuan ini membuka pintu untuk menjawab pertanyaan mendasar yang selama ini menghantui astronomi: kapan medan magnet pertama kali muncul setelah Big Bang? Bagaimana ia berinteraksi dengan materi gelap? Dan apa perannya dalam hubungan antara Galaksi Bima Sakti dengan galaksi tetangganya, seperti Andromeda?
“Selama dua dekade, kami bekerja dengan data terbatas, terutama karena tidak bisa mengamati langit belahan selatan secara menyeluruh,” kata Dr. Naomi McClure-Griffiths, Kepala Ilmuwan SKAO. “Kini, dengan ASKAP, kami memiliki peta lengkap pertama yang mencakup seluruh cakrawala. Ini bukan sekadar gambar — ini adalah peta jalan untuk memahami kekuatan tersembunyi yang membentuk alam semesta.”
Peta ini bukan hanya pencapaian teknis, tapi juga simbol peradaban manusia yang terus berusaha memahami tempatnya di tengah hamparan kosmik yang luas dan misterius. Medan magnet, yang selama ini dianggap sebagai latar belakang pasif, ternyata adalah aktor utama dalam drama kosmik — mengarahkan materi, memicu pembentukan bintang, dan mungkin bahkan memengaruhi nasib galaksi-galaksi yang tak terhitung jumlahnya.
Dengan peta ini, ilmuwan kini memiliki peta navigasi pertama untuk menjelajahi salah satu rahasia paling mendasar dan paling tak terlihat dari alam semesta: kekuatan yang tak terlihat, namun mengatur segalanya.

















