Sumbawa Barat, sumbawanews.com,- Para kepala desa di Kecamatan Maluk mengadakan rapat untuk membahas biaya operasional dan pemeliharaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Sampar Jajong.
Rapat ini bertujuan untuk memastikan bahwa TPS tersebut dapat berfungsi dengan baik dan efektif dalam mengelola sampah di wilayah tersebut.
Rapat yang di hadiri Lima kepala desa dan ketua BPD dan pihak dari pemerintah kecamatan maluk tersebut di lakukan di aula kantor desa pasir putih, pada Jumat, (23/01/2026).
“Biaya operasional TPS Sampar Jajong meliputi biaya perawatan, pengumpulan, dan pengangkutan sampah, serta biaya untuk memelihara fasilitas TPS. Kami Para kepala desa juga membahas tentang sumber pendanaan untuk biaya operasional TPS tersebut.” Ucap Ahmadi kepala desa pasir putih usai rapat tersebut.
Dalam rapat tersebut, Ahmadi mengatakan, para kepala desa juga membahas tentang pentingnya pengelolaan sampah yang efektif dan efisien untuk menjaga kebersihan dan kesehatan masyarakat. Mereka juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan.
“Dengan Berjalannya dengan baik TPS Sampar Jajong, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kecamatan Maluk dan menjaga kebersihan lingkungan.” Tutupnya.
Sementara itu Ketua BPD desa Pasir Putih Kalaluddin juga menekankan pentingnya partisipasi aktif PT. AMNT selaku induk perusahaan yg beroperasi dekat dengan lima desa di kecamatan Maluk yanh menurutnya juga penyebab produksi sampah yang tinggi dikarekan keberadaan karyawan yang tinggal di lima desa di kecamatan. Malik.
“Tak lepas dari semua itu Pemda Sumbawa Barat juga harus segera mempercepat rencana TPST ( TEMPAT PENGELOLAHAN SAMPAH TERPADU ) yg mana program tersebut pastinya akan menimbulkan efek domino terhadap Kecamatan Maluk diantaranya tercetaknya lapangan kerja baru bagi masyarakat Kecamatan maluk pada khususnya dan Sumbawa Barat pada umumnya. Lahan sudah siap tinggal keseriusan dari Pemda yg perlu menjadi perhatian bersama.” Cetusnya.















