Home Berita Daerah Pegiat Lingkungan Bongkar Dugaan Kegagalan Program PPM PT AMNT: CSR Dinilai Hanya...

Pegiat Lingkungan Bongkar Dugaan Kegagalan Program PPM PT AMNT: CSR Dinilai Hanya Seremonial, Fasilitas Mangkrak dan Warga Ditinggalkan

Sumbawa Barat, sumbawanews.com – Pegiat lingkungan Alimuddin melontarkan kritik keras terhadap pelaksanaan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT). Ia menilai sejumlah program yang dijalankan melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) masih sebatas kegiatan seremonial dan belum mampu menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Menurut Alimuddin, keberhasilan sebuah program pemberdayaan tidak dapat diukur hanya dari banyaknya pelatihan yang digelar atau fasilitas yang dibangun. Yang lebih penting adalah sejauh mana program tersebut mampu bertahan, berkembang, dan memberikan manfaat ekonomi maupun sosial dalam jangka panjang.

“Contoh yang kami temukan adalah fasilitas pengolahan sampah di Kecamatan Sekongkang. Program itu sempat berjalan, tetapi hanya bertahan dalam waktu singkat sebelum akhirnya berhenti beroperasi,” ujar Alimuddin saat ditemui di sekretariatnya, Sabtu (11/7/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil dialog dengan salah seorang pengurus fasilitas tersebut, kelompok pengelola telah menjalankan seluruh tahapan pengolahan sampah organik menggunakan metode Black Soldier Fly (BSF), mulai dari pengumpulan sampah organik, budidaya maggot, hingga pengolahan maggot segar menjadi maggot kering yang memiliki nilai jual.

Namun, upaya tersebut terkendala pada aspek pemasaran. Menurut pengurus, dukungan pemasaran yang sebelumnya dijanjikan belum terealisasi secara optimal sehingga hasil produksi sulit terserap pasar. Kondisi itu akhirnya menyebabkan operasional fasilitas terhenti.

Alimuddin menilai persoalan tersebut menjadi bukti bahwa pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas atau memberikan pelatihan. Pendampingan usaha, penguatan kelembagaan, serta kepastian akses pasar merupakan faktor utama agar program dapat berjalan secara berkelanjutan.

Ia juga menegaskan, berbagai kajian mengenai pengelolaan sampah berbasis maggot BSF menunjukkan bahwa keberhasilan program sangat ditentukan oleh pendampingan yang berkelanjutan, sistem operasional yang konsisten, dan dukungan terhadap pemasaran hasil produksi.

Karena itu, Alimuddin mendesak PT AMNT melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh pelaksanaan Program PPM, khususnya program-program yang telah dijalankan di tingkat desa dan kecamatan.

“Anggaran CSR seharusnya benar-benar menghasilkan perubahan yang nyata bagi masyarakat, bukan hanya memenuhi target administrasi atau kegiatan seremonial. Program pemberdayaan harus membangun kemandirian warga. Jangan sampai masyarakat hanya menerima pelatihan dan fasilitas, tetapi kemudian ditinggalkan tanpa pendampingan hingga program berhenti di tengah jalan,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT) belum memberikan tanggapan atas kritik yang disampaikan pegiat lingkungan Alimuddin. Media ini telah berupaya menghubungi pihak perusahaan untuk meminta konfirmasi dan akan memuat hak jawab atau klarifikasi apabila telah diterima sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Previous articleKejagung Bentuk Tim Khusus Usut Kasus Febrie, KPK Beri Supervisi
Next articleJohn Herdman Tambah Kekuatan Serang Jelang Piala AFF 2026
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik