Sumbawanews.com,- Studio pengembang game Ninja Theory resmi menghentikan pengembangan Project Mara, proyek horor psikologis yang sempat diumumkan pada 2020. Keputusan ini diambil untuk mengalokasikan seluruh sumber daya tim—85 kreatif—ke dalam sekuel Hellblade berjudul Senua, yang dijadwalkan rilis pada 2027. Dalam wawancara eksklusif dengan Xbox Wire, kepala studio Dom Matthews menjelaskan bahwa ia memilih untuk menghentikan Project Mara demi memaksimalkan potensi Senua sebagai pengalaman game yang lebih utuh dan mendalam.
Project Mara, yang awalnya dirancang sebagai representasi realistis dari teror mental berbasis pengalaman nyata dan riset mendalam, sempat menarik perhatian dengan teaser visualnya yang menampilkan ruang apartemen biasa dan sosok misterius yang diduga sebagai Mara. Namun, meski konsepnya kuat dan atmosfernya menggugah, keputusan strategis diambil untuk menggabungkan seluruh keahlian tim ke dalam satu proyek utama.
Sebelumnya, Ninja Theory juga telah menghentikan pengembangan Bleeding Edge pada 2021, hanya setahun setelah peluncurannya. Dengan demikian, pembatalan Project Mara bukanlah keputusan spontan, melainkan bagian dari pergeseran fokus jangka panjang studio yang telah berlangsung sejak 2024—saat Senua mulai dikembangkan secara intensif.
Senua sendiri diumumkan di Xbox Games Showcase pada Summer Game Fest 2026 sebagai game action-adventure berdimensi lebih luas: pertarungan yang lebih dinamis, teka-teki yang lebih kompleks, dan dunia yang lebih bebas untuk dieksplorasi dibandingkan dua judul sebelumnya dalam seri Hellblade. Dengan seluruh tim bergerak serentak, Ninja Theory berkomitmen untuk menciptakan karya yang tidak hanya melanjutkan warisan Senua, tetapi juga mengangkat batas-batas narasi dan pengalaman psikologis dalam game.

















