Sumbawanews.com,- Thermacell meluncurkan Liv 2.0, sistem penangkal nyamuk pintar generasi terbaru yang menawarkan perlindungan hingga 3.000 meter persegi, namun dengan harga yang tak lagi ramah kantong. Sistem ini, yang mulai dijual dengan harga mulai $1.746 atau sekitar Rp25 jutaan, dirancang khusus untuk rumah dan ruang komersial seperti teras restoran, dengan kemampuan membentuk zona perlindungan tanpa asap atau semprotan kimia.
Liv 2.0 mengusung perangkat keras baru yang lebih canggih dibanding pendahulunya, termasuk hub pusat yang diperbarui, repeller dengan desain yang memungkinkan pelepasan bahan repellent lebih optimal, dan formulasi baru yang efektif melawan no-see-ums—nyamuk mini yang sulit terdeteksi namun gigitannya sangat mengganggu. Sistem ini tetap menggunakan bahan aktif metofluthrin yang telah terdaftar di EPA, aman untuk anak-anak dan hewan peliharaan, serta bekerja melalui pemanasan pelat repellent yang melepaskan uap tanpa bau menyengat.
Berbeda dengan perangkat portabel berbahan bakar baterai atau butana, Liv 2.0 terhubung langsung ke listrik rumah dan dikendalikan lewat aplikasi Liv+ yang memungkinkan pengguna menyalakan, mematikan, atau menjadwalkan operasi sistem dari dalam rumah. Fitur integrasi dengan Alexa dan Google Home, serta notifikasi otomatis saat repellent hampir habis, menambah kenyamanan penggunaan. Tidak ada biaya langganan—Thermacell menegaskan aplikasi ini akan tetap gratis selamanya.
Namun, keunggulan teknis ini datang dengan harga yang signifikan. Sistem dasar dengan tiga repeller mencakup area 900 meter persegi, sementara versi maksimal dengan sepuluh repeller mampu melindungi area seluas tiga ribu meter persegi, dengan harga hingga $4.900. Biaya pemasangan profesional juga tidak termasuk, membuat total investasi bisa melampaui Rp35 juta. Perusahaan membandingkan biaya ini dengan pengeluaran musiman untuk jasa penyemprotan nyamuk konvensional, namun menekankan bahwa Liv 2.0 menawarkan perlindungan berkelanjutan dan terkontrol, bukan sekadar solusi sementara.
Pengujian sebelumnya terhadap versi pertama Liv menunjukkan efektivitas tinggi dalam menahan nyamuk—namun zona perlindungan yang terbatas membuat area di luar radius repeller tetap rentan. Dengan Liv 2.0, pengguna disarankan memasang cukup banyak repeller untuk menutup seluruh halaman, karena sekali keluar dari zona perlindungan, serangga akan segera kembali menghampiri.
Liv 2.0 kini tersedia hanya melalui jaringan installer profesional Thermacell, menandakan bahwa produk ini bukan sekadar gadget rumah tangga biasa, melainkan investasi teknologi untuk mereka yang mengutamakan kenyamanan tanpa kompromi—dan siap membayar mahal untuk kebebasan dari gigitan nyamuk.















