Home Berita Internasional Mojtaba Khamenei Mulai Kembali Pimpin Iran

Mojtaba Khamenei Mulai Kembali Pimpin Iran

Sumbawanews.com,- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengungkapkan bahwa Ayatollah Mojtaba Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, tampak mulai kembali aktif memimpin negara itu setelah hampir tiga bulan menghilang dari pandangan publik. Pernyataan itu disampaikan Rubio dalam sidang Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS, di mana ia menyebut adanya indikasi kuat bahwa Mojtaba—yang terluka dalam serangan gabungan AS-Israel pada Februari lalu—telah kembali terlibat dalam pengambilan keputusan strategis, termasuk negosiasi damai dengan Washington pasca-gencatan senjata 8 April.

Meski belum muncul secara langsung di depan kamera atau publik, menurut Rubio, komunikasi Mojtaba kini lebih intensif, meski tetap dilakukan melalui saluran tertulis dan perantara. “Ada tanda-tanda jelas bahwa dia semakin terlibat pada tingkat tertentu,” ujar Rubio, mengutip laporan intelijen yang dinilainya kredibel.

Kehadiran kembali Mojtaba dalam kancah kebijakan luar negeri Iran menjadi sinyal penting mengingat ia baru saja menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan itu. Kematian sang ayah dan cedera serius yang dialami Mojtaba sempat memicu spekulasi tentang kestabilan kepemimpinan Teheran. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa kekuasaan tidak bergeser ke tangan kelompok militer atau birokrasi, melainkan tetap berpusat pada sosok yang dianggap sebagai pewaris sah ideologis Republik Islam.

Sementara itu, Iran masih mempelajari proposal terbaru dari pemerintahan Presiden Donald Trump, yang menuntut penghentian total program pengayaan uranium dan pembukaan kembali Selat Hormuz—yang ditutup sejak Februari sebagai respons atas serangan AS-Israel. Pejabat Iran, seperti dilansir kantor berita semi-resmi Mehr News, menegaskan bahwa Teheran mengambil pendekatan “tegas” karena menilai AS belum sepenuhnya mematuhi gencatan senjata.

Trump sendiri, dalam wawancara dengan Fox News, menyatakan bahwa Iran telah memberikan “jaminan” bahwa mereka tidak akan mengembangkan senjata nuklir. “Satu-satunya jaminan yang saya butuhkan adalah tidak ada senjata nuklir. Mereka sudah setuju, dan itu sangat menarik,” ujarnya.

Namun, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Iran mengenai kesepakatan tersebut. Ketegangan tetap tinggi, terutama setelah Israel mengepung dan merebut Kastil Beaufort di Lebanon—tindakan yang memicu ancaman balasan dari Teheran. Dalam konteks ini, kembalinya Mojtaba Khamenei ke panggung kekuasaan bisa menjadi faktor penentu: apakah Iran akan memilih jalur diplomasi yang lebih terkendali, atau justru memperdalam konfrontasi.

Dengan kehadirannya yang perlahan muncul dalam kebijakan inti, Mojtaba Khamenei bukan lagi sekadar figur simbolis. Ia kini berdiri di garis depan—mengendalikan nasib Iran di tengah badai geopolitik yang belum berakhir.

Previous articleAS Perkuat Bandara dengan Detektor Ebola Jelang Piala Dunia
Next articleGempa Militer Melanda Teluk: AS Serang Qeshm, Iran Balas Serang Kuwait dan Bahrain
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik