Sumbawanews.com,- Ketegangan militer meledak di Teluk Persia setelah Angkatan Bersenjata Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap Pulau Qeshm, sebuah basis strategis militer Iran di Selat Hormuz. Serangan yang dikonfirmasi oleh Komando Pusat AS itu memicu reaksi balik cepat dari Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), yang segera meluncurkan puluhan rudal dan drone menuju target di Kuwait dan Bahrain.
Di Kuwait City, sirene peringatan darurat berbunyi keras di seluruh kota saat rudal-rudal Iran melintasi langit. Militer Kuwait mengklaim berhasil mengintersepsi sebagian besar serangan, tetapi kekacauan tetap terjadi: sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di jalan raya utama, terekam kamera, saat warga panik menyelamatkan diri dari hujan rudal. Sementara itu, Bahrain juga melaporkan serangan serupa, dengan sistem pertahanan udaranya beroperasi penuh untuk menangkal ancaman.
Pulau Qeshm, yang menjadi pusat operasi drone dan rudal balistik IRGC, mengalami kerusakan signifikan akibat serangan udara AS. Sumber militer AS menyatakan serangan itu ditujukan untuk menghancurkan infrastruktur peluncuran yang digunakan dalam serangan sebelumnya terhadap kepentingan AS di kawasan. Iran, dalam pernyataan resminya, menegaskan bahwa serangan itu adalah “pembalasan yang sah” atas “agresi imperialisme AS” dan menjanjikan langkah lebih lanjut jika serangan berlanjut.
Krisis ini memperdalam kekhawatiran global terhadap eskalasi konflik di kawasan yang menyuplai sekitar 20% pasokan minyak dunia. PBB dan negara-negara sekutu AS serta sekutu Iran, termasuk China dan Rusia, mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri. Namun, dengan kedua belah pihak telah memasuki siklus balas-membalas, risiko perang terbuka semakin nyata.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang sedang berada di Gedung Putih, menyatakan bahwa AS “tidak akan toleran terhadap ancaman terhadap sekutu atau kepentingan nasionalnya.” Sementara itu, pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei, menegaskan bahwa “tanggapan Iran akan terus meningkat hingga musuh menyesal.”















