Home Berita Nasional **Modus Jahat Pelaku Bunuh Siswi SD di Makassar**

**Modus Jahat Pelaku Bunuh Siswi SD di Makassar**

Sumbawanews.com,- Polisi mengungkap modus keji yang digunakan remaja berusia 19 tahun untuk menjebak dan membunuh seorang siswi SD berusia 12 tahun di sebuah rumah kosong di Makassar, Sulawesi Selatan. Pelaku, berinisial IK, sengaja mendekati korban dengan meminta bantuan membelikan makanan dan minuman—sebuah tipu daya yang terdengar tak berbahaya, tapi justru menjadi jembatan menuju kekejaman.

Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Perdana, mengatakan, pelaku yang sehari-hari mengonsumsi narkoba dan sering menonton konten pornografi telah memantau gerak-gerik korban selama beberapa hari. Ia sengaja memilih waktu saat korban pulang sekolah, lalu mendekat dengan santai, seolah-olah hanya meminta tolong. “Dia minta dibelikan minuman, lalu makanan ringan. Korban yang masih kecil tidak curiga,” ujar Arya.

Setelah korban kembali dengan barang yang diminta, pelaku langsung menariknya masuk ke rumah kosong yang sudah dipersiapkan. Tanpa ampun, ia membekap mulut korban, lalu melakukan pemerkosaan. Ketika korban berontak, pelaku naik pitam dan menganiaya secara brutal hingga korban kehilangan kesadaran. Tidak ada saksi, tidak ada pertolongan—hanya sunyi dan darah yang menandai akhir kehidupan seorang anak yang baru saja menikmati masa kanak-kanaknya.

Pelaku, yang ternyata tetangga korban, tidak kabur jauh. Ia masih berkeliaran di sekitar lokasi kejadian, bahkan sempat berpura-pura ribut di dekat rumah kosong untuk menciptakan kebingungan dan mengalihkan perhatian warga. Namun, jejak digital, kesaksian tetangga, dan rekaman kamera pengawas akhirnya menuntun polisi ke rumahnya. IK ditangkap tak jauh dari tempat kejadian perkara.

Kasus ini mengguncang masyarakat Makassar. Seorang anak yang seharusnya aman di jalan pulang sekolah justru menjadi korban kekejaman yang dipersiapkan dengan dingin dan sistematis. Polisi kini mengusut kemungkinan adanya pola serupa yang pernah dilakukan pelaku terhadap anak-anak lain, serta memperdalam latar belakang psikologisnya yang tercemari oleh narkoba dan konten kekerasan.

Korban, NU, dikenal sebagai anak yang ceria dan penurut. Ia bersekolah di SD Negeri di kawasan Mariso, dan sering berjalan kaki pulang sendiri karena rumahnya tak jauh dari sekolah. Kini, ibunya tak lagi bisa menunggu di depan pintu. Hanya kenangan, dan pertanyaan yang tak kunjung usai: bagaimana mungkin seorang tetangga bisa menjadi monster di balik senyum ramah?

Pemerintah daerah dan lembaga perlindungan anak telah menggelar rapat darurat. Sementara itu, masyarakat di sekitar lokasi kejadian mulai membentuk pos ronda anak, dan sekolah-sekolah mulai menggelar sosialisasi keamanan bagi siswa—sebuah langkah kecil, tapi penting, untuk mencegah tragedi serupa tak terulang.

Previous articleBupati Bintan Serahkan Sapi Kurban Presiden Prabowo
Next articleJayapura Darurat Sampah, Warga Diajak Pilah dari Rumah
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik