Sumbawanews.com,- Meta resmi meluncurkan Muse, asisten kecerdasan buatan yang dirancang khusus untuk pengguna iPhone, guna membantu menyelesaikan berbagai tugas sehari-hari secara lebih personal dan intuitif. Aplikasi ini tersedia secara gratis dengan batasan penggunaan mingguan, sementara versi berbayar menawarkan akses lebih luas. Muse juga dapat diakses melalui situs web muse.ai di perangkat Mac, dengan fitur personalisasi nama dan avatar sesuai selera pengguna. Saat ini, layanan tersebut baru tersedia terbatas di Amerika Serikat, dengan rencana ekspansi ke negara lain secara bertahap. Peluncuran Muse bertepatan dengan perkembangan Siri AI dari Apple, meski sistem tersebut dinilai belum sepenuhnya berbasis agentic dibandingkan pesaingnya seperti OpenAI, Anthropic, dan Meta sendiri.
Di sisi lain, Meta tengah menghadapi tekanan hukum di California terkait dugaan abai dalam melindungi anak-anak di platformnya. Mantan insinyur keselamatan Meta, Arturo Béjar, mengungkap dalam persidangan bahwa perusahaan menerapkan kebijakan “jangan tanya, jangan beri tahu” terkait konten berbahaya yang muncul di feed pengguna muda. Ia menegaskan, Meta mengetahui risiko tersebut namun tidak segera mengambil tindakan nyata, bertolak belakang dengan klaim perusahaan yang menyatakan menempatkan keselamatan pengguna di atas keuntungan. Kesaksian Béjar memperkuat tudingan sebelumnya dari mantan Direktur Kebijakan Publik Facebook, Sarah Wynn-Williams, yang mengungkap strategi perluasan iklan kepada anak di bawah umur sejak 2017.















