Sumbawanews.com,- Ciro Alves, penyerang asal Brasil yang pernah menjadi simbol kejayaan Persib Bandung, kembali terpantau di Bandung pada Selasa, 30 Juni 2026. Kehadirannya yang tak terduga itu terjadi di tengah gencarnya upaya Maung Bandung memperkuat lini serang menjelang bursa transfer musim 2026/2027.
Pemain berusia 37 tahun itu terlihat menjalani sesi latihan di Stadion Si Jalak Harupat, markas lama Persib sebelum beralih ke Gelora Bandung Lautan Api. Dalam unggahan Instagram pribadinya, Ciro menyapa kota yang pernah menjadi rumahnya selama tiga musim, dengan caption singkat: “Bandung di pagi hari… panas banget.”
Reaksi Bobotoh langsung membanjiri kolom komentar. Banyak suporter yang berharap sang legenda bisa kembali mengenakan seragam biru, sebelum pensiun dari sepak bola profesional.
Ciro bukan sekadar pemain biasa. Didatangkan dari Persikabo 1973 pada 2022, ia langsung menjadi mesin gol bagi Persib. Dalam 107 penampilan, ia mencatatkan 35 gol dan 33 assist, membawa Maung Bandung meraih dua gelar juara. Performanya yang konsisten membuatnya menjadi idola sekaligus ikon di hati fans.
Pada awal musim ini, Ciro memilih berpindah ke Malut United, di mana ia kembali berkolaborasi dengan mantan rekan satu tim Persib seperti David da Silva dan Gustavo Franca. Di tim baru, ia tetap menjadi tulang punggung, menyumbang 11 gol dan lima assist dari 31 laga sepanjang musim lalu.
Kembalinya Ciro ke Bandung tak bisa dianggap kebetulan. Saat ini, Persib tengah aktif membidik pemain-pemain berkualitas untuk menggantikan sembilan pemain yang meninggalkan klub. Nama Mariano Peralta, winger Argentina yang tampil impresif bersama Borneo FC, kian santer dikaitkan dengan kebutuhan tim asuhan Igor Tolic. Selain itu, Moussa Sidibe dari Bhayangkara FC juga masuk dalam daftar incaran.
Jika kedua pemain itu resmi bergabung, lini serang Persib diprediksi akan berubah menjadi kekuatan menakutkan—bahkan dianggap sebagian suporter sebagai “Los Galacticos” versi Liga Indonesia.
Kehadiran Ciro di Stadion Si Jalak Harupat pun menjadi simbol yang tak bisa diabaikan: apakah ini sekadar rindu kampung halaman, atau awal dari sebuah keputusan besar yang akan mengakhiri petualangannya di luar Bandung? Bagi Bobotoh, jawabannya jelas—mereka ingin sang legenda kembali, sebelum waktu terlalu terlambat.















