Sumbawanews.com,- Anggota MPR RI Dinda Rembulan membuka Lomba Kreasi Baris Berbaris dan Pengibaran Bendera (LKBB-PB) 2026 di Alun-alun Taman Merdeka, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung. Acara yang diikuti sepuluh sekolah terbaik se-provinsi itu bukan sekadar kompetisi fisik, tapi momentum untuk menghidupkan kembali semangat kebangsaan di kalangan generasi muda.
Dinda, yang juga perwakilan DPD, menegaskan bahwa setiap langkah kaki, setiap gerakan disiplin, dan setiap pengibaran bendera merah putih dalam lomba ini adalah bentuk nyata cinta tanah air. “Ini bukan soal menang atau kalah. Ini soal kemauan, perjuangan, dan pengorbanan—yang jauh lebih berharga daripada piala,” ujarnya dalam sambutan resmi, Senin (1/6/2026).
Pembukaan LKBB-PB yang ditandai dengan bunyi sirene itu dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk Staf Ahli Gubernur Babel dr Andri Nurtito yang membacakan sambutan Gubernur Hidayat Arsani, Wali Kota Pangkalpinang Prof Drs Saparudin, serta perwakilan TNI, Polri, dan jajaran MPR RI. Sepuluh sekolah yang berlaga—dari SMKN 2 Pangkalpinang hingga SMAN 1 Air Gegas—telah menjalani latihan intensif selama berhari-hari, mengorbankan waktu istirahat dan aktivitas akademik demi menampilkan performa terbaik.
Gubernur Babel, melalui perwakilannya, menekankan bahwa baris berbaris bukanlah ritual seremonial semata. “Ini adalah pendidikan karakter yang tak tergantikan. Disiplin, kekompakan, tanggung jawab, dan persatuan—semua nilai itu terbentuk dalam setiap detik latihan,” kata Hidayat. Ia mengajak para peserta menjadikan ajang ini sebagai landasan membangun generasi yang tidak hanya cerdas, tapi juga berintegritas dan siap memikul amanah kebangsaan.
Dewan juri yang terdiri dari perwakilan Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Babel, TNI, dan Polri menilai peserta berdasarkan presisi gerak, kekompakan tim, kekhusyukan pengibaran bendera, serta keutuhan semangat nasionalisme. Pemenang tingkat provinsi akan maju ke ajang nasional di Jakarta, menjadi duta Babel dalam mempersembahkan kebanggaan daerah sekaligus kecintaan pada Indonesia.
LKBB-PB, yang diselenggarakan oleh MPR RI bekerja sama dengan PPI dan Dinas Pendidikan Babel, kini menjadi salah satu program unggulan dalam upaya memperkuat ideologi Pancasila sejak dini. Di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks, kegiatan seperti ini menjadi benteng moral yang tak ternilai harganya—mengajarkan generasi Z bahwa nasionalisme bukan sekadar slogan, tapi praktik harian yang lahir dari ketelitian, kesabaran, dan kebanggaan akan identitas bangsa.















