Home Berita Nasional Ledakan Galian Fatmawati Diduga Kena Kabel PLN

Ledakan Galian Fatmawati Diduga Kena Kabel PLN

Sumbawanews.com,- Jakarta – Sebuah ledakan hebat terjadi saat tim pekerja melakukan galian di Jalan Fatmawati Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2026) pukul 09.30 WIB. Insiden itu mengakibatkan dua pekerja mengalami luka bakar serius dan langsung dilarikan ke IGD Rumah Sakit Fatmawati.

Menurut Kapolsek Cilandak, Kompol Gusprihatin Zen, ledakan berasal dari kabel listrik tegangan tinggi milik PLN yang tidak terdeteksi sebelumnya. Pekerja sedang melakukan perbaikan pipa air bersih milik PDAM, ketika alat bor secara tidak sengaja menembus selubung kabel listrik yang tersembunyi di bawah tanah.

“Ini bukan kecelakaan yang disengaja. Mereka sedang memeriksa jalur pipa, tapi ternyata di lokasi itu ada kabel PLN bertegangan tinggi yang tidak tercatat dalam peta bawah tanah. Saat dibor, terjadi kontak langsung—dan langsung meledak,” ujar Kompol Gusprihatin, Senin malam.

Kedua korban, dua pria berusia dewasa, mengalami luka bakar pada wajah dan tangan akibat percikan api dan gelombang panas dari ledakan. Petugas medis di RS Fatmawati melaporkan kondisi mereka stabil, namun masih dalam pemantauan intensif.

Insiden ini memicu kekhawatiran akan keamanan proyek infrastruktur di kawasan padat penduduk. Petugas pemadam kebakaran dan tim dari PLN langsung dikerahkan untuk memastikan tidak ada kebocoran listrik atau risiko ledakan sekunder. Jalan Fatmawati Raya pun ditutup sementara untuk keperluan penyelidikan dan evakuasi risiko.

Pihak PDAM dan PLN berjanji akan melakukan audit menyeluruh terhadap peta bawah tanah di seluruh Jakarta Selatan. “Kami akan koordinasi ulang dengan semua pihak terkait. Ini bukan hanya soal teknis, tapi soal keselamatan jiwa,” kata seorang perwakilan PLN yang meminta tidak disebutkan namanya.

Polisi kini sedang mengumpulkan bukti fisik, rekaman CCTV, dan dokumen perizinan proyek untuk menentukan apakah ada kelalaian dalam prosedur penggalian. Pemeriksaan terhadap perusahaan kontraktor juga tengah berlangsung.

Insiden ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pelaku proyek infrastruktur: tanpa peta bawah tanah yang akurat dan koordinasi antarinstansi, galian sekecil apa pun bisa berubah menjadi bencana.

Previous articleDari Wiraswasta ke Politik: Jejak Yulius Aho untuk Kalbar
Next articleJawa Barat Kebut Proyek Sampah Jadi Listrik
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.