Home Berita Nasional Laut Naik Dua Kali Lebih Cepat dalam Satu Dekade

Laut Naik Dua Kali Lebih Cepat dalam Satu Dekade

Sumbawanews.com,- London — Laju kenaikan permukaan laut telah berlipat ganda dalam sepuluh tahun terakhir, mengancam pesisir dunia dengan kecepatan yang tak pernah tercatat sebelumnya. Laporan terbaru dari Penilaian Ketiga Samudra Dunia (WOA III), yang dipimpin PBB, mengungkap bahwa permukaan laut naik dari 2 milimeter per tahun sebelum 2015 menjadi 4,3 milimeter per tahun pada 2023 — sebuah percepatan yang memperdalam krisis iklim global.

Laporan yang melibatkan lebih dari 650 ilmuwan dari puluhan negara ini menegaskan bahwa tekanan terhadap lautan bukan lagi masalah jangka panjang, melainkan darurat kini. Aktivitas manusia—mulai dari emisi karbon, penangkapan ikan berlebihan, hingga polusi plastik—telah memicu kerusakan sistemik pada ekosistem laut. Lebih dari 16 persen peningkatan panas laut sejak 1955 terjadi hanya dalam lima tahun terakhir, sejak 2018.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan bahwa “kita tidak bisa terus memperlakukan laut sebagai sumber daya tak terbatas.” Ia menyerukan kolaborasi global yang mendesak, berbasis sains, dan diikat oleh hukum internasional, untuk membangun hubungan baru antara manusia dan lautan. “Ini bukan soal lingkungan semata, tapi soal kelangsungan hidup,” tegasnya.

WOA III, satu-satunya penilaian komprehensif global yang menggabungkan dimensi lingkungan, ekonomi, dan sosial, memperlihatkan bahwa keanekaragaman hayati laut terus menyusut, sementara kawasan pesisir di berbagai benua semakin rentan terhadap banjir rob, erosi, dan kehilangan lahan. Di Indonesia sendiri, kota-kota pesisir seperti Jakarta dan Semarang sudah mengalami peningkatan frekuensi banjir akibat intrusi air laut, yang diperparah oleh penurunan muka tanah.

Laporan ini juga menyoroti ketimpangan: negara-negara berkembang yang paling rentan justru paling sedikit berkontribusi terhadap emisi global. Sementara itu, industri perikanan skala besar dan ekstraksi sumber daya laut terus berjalan tanpa batas, mempercepat kerusakan yang tak bisa dipulihkan dalam generasi mendatang.

Dengan data yang jelas dan suara yang tegas, PBB menekankan: waktu telah habis. Tanpa aksi kolektif yang segera, berkelanjutan, dan adil, kenaikan laut bukan lagi prediksi ilmiah—tapi kenyataan yang akan menggusur jutaan manusia, menghancurkan mata pencaharian, dan mengubah peta bumi selamanya.

Previous articleKepulauan Seribu Sulap Sampah Jadi Kompos dalam 10 Jam
Next articleIran Balas Serangan AS dengan Rudal ke Tiga Pangkalan Militer
Avatar photo
Kami adalah Jurnalis Jaringan Sumbawanews, individu idealis yang ingin membangun jurnalistik sehat berdasarkan UU No.40 Tahun 1999 tentang PERS, dan UU No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi. Dalam menjalankan Tugas Jurnalistik, kami sangat menjunjung tinggi kaidah dan Kode Etik Jurnalistik, dengan Ethos Kerja, Koordinasi, Investigasi, dan Verifikasi sebelum mempublikasikan suatu artikel, opini, dan berita, sehingga menjadi suatu informasi yang akurat, baik dalam penulisan kata, maupun penggunaan tatabahasa.