Sumbawanews.com,- Sebanyak 25 balon tradisional melambung ke angkasa memenuhi langit di sekitar Candi Ngawen, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah, pada Minggu (31/5/2026), memperindah perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 BE. Ribuan warga, baik umat Buddha maupun masyarakat umum, memadati lapangan di kawasan situs bersejarah itu untuk menyaksikan momen sakral yang menggabungkan keagungan spiritual dengan kekayaan budaya lokal.
Balon-balon berbentuk bulat, terbuat dari kertas tipis dan rangka bambu, diterbangkan secara serentak menjelang siang hari. Setiap balon dilengkapi lilin kecil yang menyala, menciptakan cahaya hangat yang bergerak perlahan ke langit biru, seolah membawa doa-doa umat Buddha menuju ketenangan dan pencerahan. Suasana hening berubah menjadi gemuruh tepuk tangan dan teriakan kegembiraan saat balon pertama lepas dari tanah, diikuti oleh empat belas lainnya dalam urutan yang teratur.
Festival Balon Ngawen, yang telah menjadi tradisi tahunan sejak puluhan tahun lalu, kini menjadi salah satu ikon budaya perayaan Waisak di Jawa Tengah. Tidak hanya menjadi simbol pelepasan kemelekatan, seperti ajaran Buddha, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi antarumat beragama dan promosi pariwisata berbasis kearifan lokal. Pemerintah Kabupaten Magelang, bersama komunitas Buddha dan kelompok seni setempat, terus mempertahankan keaslian proses pembuatan balon—tanpa bahan plastik atau bahan kimia berbahaya—sehingga tetap ramah lingkungan.
“Ini bukan sekadar hiburan,” ujar seorang tokoh agama setempat sambil menatap balon-balon yang menghilang di cakrawala. “Setiap balon adalah doa yang terbang. Ketika mereka lepas, kita melepaskan keinginan egois, kesedihan, dan beban hati. Yang tersisa adalah kedamaian.”
Di sekitar lapangan, para pedagang kaki lima menjajakan makanan tradisional, kerajinan tangan, dan buku-buku keagamaan. Anak-anak berlarian sambil memegang lentera kecil, sementara para lansia duduk tenang di atas tikar, memandangi langit dengan senyum tenang. Di kejauhan, siluet Candi Ngawen yang berusia lebih dari seribu tahun tampak megah, menjadi latar alami yang sempurna bagi momen yang menggabungkan sejarah, spiritualitas, dan keindahan visual.
Acara ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Waisak di wilayah Magelang, yang juga mencakup upacara di Candi Mendut dan Candi Borobudur, serta ritual Air Berkah di Umbul Jumprit. Namun, penerbangan balon di Candi Ngawen tetap menjadi yang paling dinantikan—bukan hanya karena keindahannya, tetapi karena ia mengingatkan bahwa kebahagiaan sejati sering kali datang dari hal-hal sederhana: cahaya, angin, dan hati yang tenang.

















