Home Berita Olah Raga Koeman Tanggapi Kritik: Saya Tahu yang Terbaik untuk Tim

Koeman Tanggapi Kritik: Saya Tahu yang Terbaik untuk Tim

Sumbawanews.com,- Jakarta, 30 Juni 2026 — Pelatih Timnas Belanda, Ronald Koeman, membela strateginya setelah timnya tersingkir dari Piala Dunia 2026 lewat adu penalti melawan Maroko. Dalam laga yang berlangsung di Stadion Monterrey, Meksiko, Selasa (30/6/2026) dini hari WIB, Belanda harus menyerah 2-3 setelah bermain imbang 1-1 dalam waktu normal dan perpanjangan waktu.

Gol Belanda dicetak Cody Gakpo di menit ke-42, sementara Maroko menyamakan skor lewat gol Issa Diop pada injury time babak kedua. Tiga eksekutor Belanda—Justin Kluivert, Quinten Timber, dan Crysencio Summerville—gagal mengeksekusi penalti, sementara Maroko sukses menghantam tiga dari empat tembakan, dengan Soufiane Rahimi, Chemsdine Talbi, dan Ismael Saibari menjadi pahlawan.

Koeman, yang menuai kritik tajam karena gaya bermain defensif Belanda setelah unggul, merespons dengan tegas. “Anda akan mengkritik saya, dan itu hak Anda—tapi Anda menonton sepakbola dari pinggir lapangan,” ujar Koeman, seperti dikutip Reuters.

Ia menegaskan bahwa keputusannya bukanlah bentuk ketakutan, melainkan hasil analisis mendalam terhadap kekuatan dan pola permainan Maroko. “Kami punya tiga penyerang di lapangan. Ini bukan soal takut. Ini soal posisi bertahan yang lebih cerdas, berdasarkan data dan pengalaman di dalam lapangan. Saya bersama tim setiap detik. Saya tahu apa yang perlu diperbaiki. Dan jika harus mengulanginya, saya akan melakukan hal yang sama.”

Koeman, yang kini menangani timnas Belanda sejak 2023, menolak tudingan bahwa timnya kehilangan semangat menyerang. Ia menekankan bahwa keputusan taktisnya justru bertujuan meminimalkan celah yang bisa dimanfaatkan Maroko, yang dikenal lincah di serangan balik.

Kekalahan ini mengakhiri ambisi Belanda untuk melangkah ke babak 16 besar, sekaligus menjadi kegagalan kedua berturut-turut di Piala Dunia setelah tersingkir di babak 16 besar pada 2022. Sementara itu, Maroko melaju ke babak berikutnya sebagai tim pertama dari Afrika yang berhasil menyingkirkan juara Eropa dalam sejarah Piala Dunia modern.

Dalam klasemen Grup F, Belanda tetap menjadi juara grup dengan tujuh poin, namun keberhasilan itu tak mampu menyelamatkan mereka dari kekalahan dramatis di babak gugur. Maroko, yang finis runner-up di Grup C, kini menjadi kekuatan baru di turnamen ini, mengukuhkan diri sebagai tim yang tak bisa dianggap remeh.

Koeman, yang pernah melatih Barcelona dan Paris Saint-Germain, tetap percaya bahwa keputusannya akan terbukti benar dalam jangka panjang. “Diskusi ini bisa berlangsung sampai besok malam. Tapi saya tidak akan mengubah prinsip saya hanya karena suara dari tribun,” katanya.

Previous articleRezaldi Hehanussa Pilih Semen Padang Setelah Tak Lagi Jadi Pilihan Utama di Liga 1
Next articleKemendikdasmen Ajak Swasta dan Filantropi Kolaborasi Terukur di Pendidikan