Sumbawanews.com,- Orlando Gill, kiper timnas Paraguay yang menjadi pahlawan dalam kemenangan 4-3 atas Jerman lewat adu penalti di babak 32 besar Piala Dunia 2026, ternyata menyimpan kisah hidup yang jauh lebih berat daripada tekanan di atas lapangan. Di balik sorotan kamera dan trofi Man of the Match, ia pernah menjual sepatu, seragam, bahkan jersey timnas U20-nya—semua demi menyelamatkan nyawa istri dan bayinya.
Kisah itu bermula pada akhir 2022, ketika istrinya, Melissa Avalos, mengalami komplikasi serius saat melahirkan putra pertama mereka, Lautaro. Bayi itu harus dirawat di ruang perawatan intensif, sementara sang ibu membutuhkan operasi darurat. Dengan kondisi keuangan keluarga yang terpuruk, Gill—yang saat itu masih bermain di klub lokal Paraguay, CS San Lorenzo—memutuskan menjual semua barang berharga miliknya. “Dia menjual segalanya: pakaiannya, sepatunya, bahkan jersey timnas U20-nya, yang tak pernah ia simpan sebagai kenangan,” kata Melissa, dikutip dari BBC.
Tak ada yang menyangka bahwa pria berpostur 198 cm itu akan menjadi penjaga gawang yang menepis dua tendangan penalti dari Kai Havertz dan Nick Woltemade di Boston Stadium pada 30 Juni 2026, membawa Paraguay lolos ke babak 16 besar setelah 16 tahun absen dari fase gugur Piala Dunia. Performa gemilangnya di laga itu membuatnya terpilih sebagai MOTM, sebuah penghargaan yang langsung ia dedikasikan untuk Alexander, keponakan sekaligus anak baptisnya yang sedang dirawat di rumah sakit. “Alexander, trofi ini buat kamu. Semoga kamu segera sembuh. Ayah baptismu mendukungmu dari jauh,” ucap Gill saat menerima trofi.
Karier Gill mulai berubah setelah ia merantau ke Argentina pada 2023, bergabung dengan San Lorenzo. Performa konsistennya di sana menarik perhatian pelatih timnas Paraguay, Gustavo Alfaro, yang memanggilnya untuk debut internasional pada September 2025. Kini, ia bukan hanya simbol kebangkitan sepak bola Paraguay, tapi juga bukti nyata bahwa kekuatan seorang ayah bisa lebih besar dari segala tantangan—bahkan ketika ia harus melepaskan semua yang dimiliki, hanya agar anaknya bisa bernapas.















