Sumbawanews.com,- Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, tengah mempertimbangkan pemanggilan gelandang berdarah Indonesia, Liam Oetoehganal, yang berpotensi menggeser posisi Thom Haye di lini tengah skuad Garuda. Pemain berusia 22 tahun itu, yang kini menjadi kapten Sparta Rotterdam U-21, menarik perhatian pelatih asal Kanada berkat konsistensi performanya di Belanda dan latar belakang keturunan Indonesia dari garis ayahnya.
Liam, lahir di Nijmegen pada 4 Mei 2004, mengawali karier di akademi Feyenoord sejak usia tujuh tahun, lalu melanjutkan perjalanan di Beerschot, Belgia, sebelum kembali ke Belanda pada 2024 untuk bergabung dengan Excelsior U-21. Di sana, ia tampil dalam 21 laga dan menyumbang dua assist, menunjukkan kematangan teknis dan kepemimpinan yang langka di usianya. Kinerjanya memikat Sparta Rotterdam, yang merekrutnya pada musim 2025/2026 dan langsung memberinya jabatan kapten tim U-21—bukti nyata bahwa ia diakui sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di level muda Belanda.
Ia memiliki darah Indonesia dari neneknya yang berasal dari Sungkal, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, sementara ibunya keturunan Belanda dan Suriname. Dengan demikian, Liam memenuhi syarat FIFA untuk membela Timnas Indonesia tanpa perlu naturalisasi, asalkan proses administrasi kelengkapan dokumen selesai sesuai prosedur.
Herdman, yang dikenal menyukai gelandang serba bisa—mampu mengatur ritme sekaligus membantu pertahanan—melihat Liam sebagai solusi strategis untuk memperkuat lini tengah yang selama ini kurang mendapat tambahan pemain baru dibandingkan sektor belakang. Sementara itu, Thom Haye, yang sebelumnya menjadi pilar utama di posisi tersebut, kini menghadapi tekanan lebih besar akibat munculnya kompetitor muda dengan performa menjanjikan dan potensi jangka panjang yang lebih besar.
Meski belum ada keputusan resmi, keberadaan Liam sebagai calon baru memperkuat spekulasi bahwa Herdman siap melakukan perombakan signifikan di lini tengah menjelang turnamen besar berikutnya. Jika dipanggil, Liam akan menjadi bagian dari gelombang pemain berdarah Indonesia yang mulai mengisi skuad Garuda, seiring upaya tim untuk membangun identitas baru yang lebih dinamis dan berbasis talenta global.















