Sumbawanews.com,- Serangan rudal dan drone besar-besaran oleh kelompok Houthi menewaskan 58 tentara pemerintah Yaman pada Kamis, 6 Agustus 2026. Serangan itu menyasar posisi militer di provinsi Marib dan Hadramout, menjadi salah satu serangan paling mematikan bagi pasukan Yaman sejak 2022. Kelompok Houthi menyatakan serangan ini sebagai respons terhadap penumpukan kekuatan militer yang didukung Arab Saudi. Kementerian Pertahanan Yaman menjanjikan balasan “di tempat dan waktu yang tepat.”
Eskalasi konflik merembes ke perbatasan, dengan serangan Houthi melukai 11 warga sipil di wilayah Najran, Arab Saudi. Koalisi pimpinan Saudi mengonfirmasi korban terdiri dari tujuh warga Saudi, dua warga Mesir, satu warga Yaman, dan satu warga Pakistan. Juru bicara koalisi, Mayor Jenderal Turki al-Malki, mengecam serangan itu sebagai tindakan tanpa pandang bulu terhadap warga sipil dan menegaskan pasukan koalisi akan terus berupaya melindungi penduduk sipil.
Serangan ini terjadi di tengah memanasnya ketegangan regional, di mana Houthi—yang didukung Iran—semakin agresif dalam menyerang pasukan pemerintah Yaman maupun target di negara tetangga, termasuk Arab Saudi.















