Home Berita Olah Raga Jerman Tersingkir, Mentalitas Juang Jadi Tanda Tanya

Jerman Tersingkir, Mentalitas Juang Jadi Tanda Tanya

Sumbawanews.com,- Piala Dunia 2026 berakhir bagi Jerman dengan kekalahan dramatis dari Paraguay lewat adu penalti, 4-3, di Stadion Foxborough, Massachusetts, Senin, 29 Juni 2026. Die Mannschaft, yang sejak 2014 tak pernah menang di fase gugur turnamen besar, gagal melanjutkan mimpi mereka setelah gol Jonathan Tah dianulir VAR dan tak mampu bangkit dari tekanan mental di titik penalti.

Mantan gelandang tim nasional Jerman, Thomas Hitzlsperger, menilai kegagalan ini bukan soal kualitas teknis, melainkan hilangnya jiwa juang yang selama ini menjadi ciri khas sepak bola Jerman. “Pemain-pemainnya masih punya bakat, tapi mereka kehilangan cara menyikapi pertandingan,” ujarnya kepada BBC. “Kami terlalu lama terjebak dalam dogma umpan-umpan indah, hingga lupa bahwa sepak bola juga dimenangkan dengan perjuangan, bukan hanya kecantikan passing.”

Hitzlsperger membandingkan Jerman dengan tim-tim seperti Argentina yang selalu tampil garang meski tak menguasai bola. “Pada 2014, kami menang karena menggabungkan keindahan teknik dengan ketangguhan fisik dan mental. Kini, kami hanya memainkan satu rencana. Ketika itu gagal, tak ada rencana B, C, atau D.”

Strategi Julian Nagelsmann yang terlalu kaku dinilai menjadi titik lemah. Ketika Paraguay memblokir aliran bola Jerman, tim asuhan pelatih muda itu tak mampu beradaptasi. Tidak ada perubahan taktis, tidak ada serangan balik mematikan, dan tidak ada tekanan psikologis yang mampu menggoyahkan pertahanan lawan. Kiper Paraguay Orlando Gill berdiri tegak saat menyelamatkan penalti keempat dari Nick Woltemade, mengakhiri rekor sempurna Jerman dalam adu penalti di Piala Dunia sejak 1982.

Kekalahan ini memperpanjang tren suram Jerman: tidak pernah menang di babak gugur sejak gelar 2014. Di Euro 2016, mereka hanya sampai semifinal. Kini, setelah tersingkir di 32 besar, tekanan untuk merevisi filosofi sepak bola Jerman semakin menguat. Bukan soal mengganti pelatih, tapi mengembalikan esensi: bahwa sepak bola bukan hanya tentang menguasai bola, tapi juga tentang menghancurkan lawan dengan semangat yang tak terbendung.

Paraguay, yang lolos sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik, melaju ke babak 16 besar menghadapi pemenang Prancis vs Swedia. Sementara Jerman kembali menatap masa depan dengan pertanyaan besar: di mana daya juang yang dulu membuat mereka ditakuti?

Previous articleBelanda Gagal di Piala Dunia 2026, Justin Kluivert Alami Nasib Seperti Ayahnya
Next articleiPhone 18 Pro Bocor di Dark Web, Rantai Pasok Apple Terungkap