Sumbawanews.com,- Mulai 1 Juni, ribuan jemaah haji Indonesia mulai bertahap kembali ke tanah air setelah menyelesaikan rangkaian ibadah puncak di Tanah Suci. Proses kepulangan yang dijadwalkan berlangsung hingga 30 Juni ini diatur secara terkoordinasi oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, dengan dukungan penuh dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Indonesia.
Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf mengonfirmasi bahwa seluruh jemaah dari berbagai embarkasi, termasuk Makassar yang dijadwalkan tiba lebih awal, akan diberangkatkan secara bergelombang sesuai jadwal penerbangan dan kondisi kesehatan. Ia menekankan pentingnya istirahat yang cukup dan menjaga stamina menjelang perjalanan panjang, terutama bagi jemaah lansia dan kelompok berisiko tinggi.
Meski fase Mina dan wukuf di Arafah telah usai, sebagian jemaah masih perlu menyelesaikan tawaf ifadah dan ritual akhir lainnya sebelum diperbolehkan pulang. Untuk itu, PPIH diminta tetap mendampingi hingga tuntas, memastikan tidak ada yang tertinggal atau mengalami kesulitan di tengah kepadatan di sekitar Masjidil Haram. Pengawasan ketat juga diberlakukan untuk menghindari kemacetan dan risiko kesehatan akibat suhu ekstrem yang masih berlanjut.
Irfan memuji tingkat disiplin dan kerja sama jemaah Indonesia selama pelaksanaan ibadah di Armuzna—Arafah, Muzdalifah, dan Mina—yang dinilai sebagai salah satu yang paling tertib dibandingkan negara-negara lain. “Ketertiban ini bukan kebetulan, tapi hasil dari persiapan panjang, komunikasi yang jelas, dan keikhlasan jemaah yang luar biasa,” ujarnya.
Setelah semua jemaah pulang, Kementerian Agama bersama PPIH akan segera memulai evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aspek layanan, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga penanganan medis. Temuan ini menjadi dasar perbaikan untuk penyelenggaraan haji 2027, dengan target utama: meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan kesejahteraan jemaah.
Kepulangan jemaah haji bukan sekadar peristiwa logistik, tapi momen spiritual yang dinantikan jutaan keluarga di tanah air. Di bandara-bandara utama, seperti Soekarno-Hatta, Juanda, dan Hasanuddin, petugas dan keluarga sudah bersiap menyambut para tamu Allah yang kembali dengan hati yang tenang dan penuh berkah.















