Home Berita Nasional Jakarta Hentikan CFD untuk Peringati Waisak

Jakarta Hentikan CFD untuk Peringati Waisak

Sumbawanews.com,- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan meniadakan Car Free Day (CFD) di Jalan Sudirman-Thamrin pada Ahad, 31 Mei 2026, demi memberikan ruang penuh bagi perayaan Hari Raya Waisak 2570 BE. Keputusan ini diambil berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 12 Tahun 2016 yang mengatur pembatalan CFD jika bertabrakan dengan kegiatan nasional berskala khusus yang memerlukan pengaturan lalu lintas dan keamanan khusus.

Pelaksana Harian Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Ujang Harmawan, menjelaskan bahwa pembatalan ini bukan sekadar bentuk simbolis, tetapi langkah strategis untuk mendukung kelancaran rangkaian perayaan Waisak yang melibatkan ribuan umat Buddha dari seluruh penjuru nusantara. “Kami mengajak masyarakat untuk tetap tertib berlalu lintas dan mengutamakan keselamatan selama perayaan berlangsung,” ujarnya, Jumat, 29 Mei 2026.

Sebagai gantinya, Pemprov DKI menggelar kegiatan “Ilumination of Jakarta 2026: Glow of Peace” di Bundaran HI dan kawasan Menteng pada Sabtu, 30 Mei, yang menampilkan penerangan artistik, seni budaya, dan doa bersama umat Buddha. Kegiatan ini dirancang untuk menciptakan ruang publik yang inklusif, sekaligus menegaskan nilai-nilai toleransi dan kebersamaan di ibu kota.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menekankan bahwa perayaan Waisak di Jakarta bukan sekadar seremoni keagamaan, tetapi bagian dari upaya membangun identitas kota yang beragam namun utuh. “Jakarta milik kita bersama. Siapapun punya tanggung jawab menjaganya. Itu sebabnya kami memilih tagline ‘Jaga Jakarta’—bukan hanya soal kebersihan atau ketertiban, tapi soal penghormatan terhadap perbedaan,” katanya.

Rangkaian perayaan ini merupakan bagian dari siklus tahunan Pemprov DKI yang sejak Desember 2025 telah menggelar berbagai event keagamaan, mulai dari Christmas Carol hingga Idulfitri. Rano menyebut, serangkaian kegiatan tersebut tidak hanya memperkuat solidaritas sosial, tetapi juga memberikan dampak ekonomi signifikan. Menurut data Pemprov, total sirkulasi ekonomi dari kegiatan-kegiatan tersebut mencapai Rp67 triliun.

Pembatalan CFD juga sejalan dengan ketentuan Pasal 5 Peraturan Gubernur DKI yang memperbolehkan penangguhan kegiatan rutin jika bertabrakan dengan peristiwa nasional atau internasional yang memerlukan prioritas pengelolaan lalu lintas. Sementara itu, perayaan utama Waisak tetap berlangsung di Candi Borobudur, Jawa Tengah, pada hari yang sama, 31 Mei, sebagai pusat perayaan nasional.

Dengan langkah ini, Jakarta kembali menegaskan posisinya sebagai kota yang tidak hanya menghargai keragaman, tetapi juga mampu mengelolanya secara dinamis—mengorbankan rutinitas urban demi menghormati spiritualitas yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa.

Previous articleJokowi Diminta Tunjukkan Ijazah Saat Blusukan
Next articleLibur Idul Adha, Arus Balik Padat, Polisi Terapkan One Way di Puncak
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik