Home Berita Internasional Israel Tembak Mati Dua Warga Lebanon di Perbatasan

Israel Tembak Mati Dua Warga Lebanon di Perbatasan

Sumbawanews.com,- Pasukan Israel menembak mati dua warga sipil Lebanon di perbatasan selatan negara itu, dalam insiden yang diklaim sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hezbollah, yang dimediasi oleh Amerika Serikat dan didukung Iran. Kedua korban, yang identitasnya belum diumumkan resmi, ditemukan tewas di wilayah Qana, wilayah yang sering menjadi titik panas konflik antara militer Israel dan kelompok bersenjata Lebanon.

Menurut sumber militer Lebanon, kedua pria itu tidak membawa senjata dan sedang berada di dekat garis batas ketika ditembak oleh pasukan Israel. Otoritas Lebanon mengecam tindakan itu sebagai “pelanggaran berat” terhadap kesepakatan gencatan senjata yang telah berlaku sejak Agustus 2023, dan menuntut penyelidikan internasional. “Ini bukan insiden kecil. Ini adalah serangan sengaja terhadap warga sipil yang berada di zona yang seharusnya damai,” ujar Menteri Pertahanan Lebanon, Ali Hassan Khalil, dalam pernyataan resmi.

Israel, dalam pernyataan singkat dari Komando Selatan, mengklaim bahwa kedua individu tersebut “diduga terlibat dalam aktivitas pengintaian dan penyusupan” yang mengancam keamanan wilayah perbatasan. Namun, tidak ada bukti visual atau data teknis yang dipublikasikan untuk mendukung klaim tersebut. Pernyataan Israel juga menyebut bahwa insiden itu terjadi “dalam konteks pelanggaran berulang oleh pihak Lebanon terhadap kesepakatan gencatan senjata,” tanpa memberikan rincian spesifik.

Kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi AS dan didukung Iran—meskipun tidak secara resmi ditandatangani oleh Teheran—telah berhasil menahan eskalasi besar selama lebih dari satu tahun. Namun, insiden seperti ini terus menguji ketahanan kesepakatan tersebut. Pihak Hezbollah, yang secara de facto mengendalikan sebagian besar wilayah perbatasan selatan Lebanon, belum memberikan respons militer langsung, tetapi dalam pernyataan politiknya menyebut insiden itu sebagai “bukti nyata bahwa Israel tidak menghormati kedaulatan Lebanon.”

Analisis keamanan dari Institut Studi Strategis Timur Tengah di Beirut menilai bahwa insiden ini bisa menjadi titik balik. “Jika tidak ditangani dengan hati-hati, kejadian ini bisa memicu siklus balasan yang sulit dikendalikan. Israel ingin menunjukkan kekuatan, tapi Lebanon tidak bisa diam. Dan di belakangnya, Iran dan AS saling menatap dengan waspada,” kata peneliti utama, Dr. Nadine Farah.

PBB telah meminta kedua belah pihak untuk menahan diri dan membuka saluran komunikasi darurat. Sementara itu, warga sipil di wilayah perbatasan kembali mengungsi ke pusat-pusat evakuasi sementara, mengingat trauma yang masih segar dari konflik sebelumnya. Di Qana, seorang ibu berusia 52 tahun yang kehilangan tetangganya dalam insiden itu berkata, “Kami tidak pernah berhenti takut. Kapan pun kami merasa aman, mereka datang lagi.”

Previous articleFans Roma Tolak Rekrut Mason Greenwood
Next articleDidit Bantah Tuduhan Kooptasi Politik di Artjog
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik