Home Berita Internasional Israel Buka Rekrutmen Program Kerja Sama dengan Indonesia untuk 2027

Israel Buka Rekrutmen Program Kerja Sama dengan Indonesia untuk 2027

Sumbawanews.com,- Israel resmi membuka pendaftaran untuk program Israel-Indonesia Future 2027, sebuah inisiatif yang bertujuan membangun jembatan hubungan diplomatik melalui rekrutmen kalangan pemimpin dan profesional Indonesia. Program yang diumumkan oleh Israel-Asia Center di Tel Aviv itu akan dimulai pada September 2026, dengan fokus pada kolaborasi di bidang pangan, air, energi, kesehatan, pendidikan, inklusi keuangan, dan pemahaman lintas budaya.

Program ini disebut sebagai kelanjutan dari kampanye normalisasi yang terkait dengan Perjanjian Abraham, yang digagas AS dan Israel pada 2020 dan telah berhasil menggiring sejumlah negara Muslim seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, Maroko, dan Sudan untuk mengakui Israel. Meski sejumlah negara Muslim lain seperti Mesir, Yordania, Turki, Azerbaijan, dan Senegal telah membuka hubungan diplomatik dengan Israel, Indonesia dan Arab Saudi tetap menjadi dua target utama yang belum sepenuhnya tercapai.

Israel meyakini bahwa sinyal positif dari Presiden Prabowo Subianto, termasuk penggunaan salam “shalom” dalam pidatonya di Majelis Umum PBB tahun lalu, menandakan keterbukaan Indonesia terhadap normalisasi. Laman Israelasiacenter.org menyatakan bahwa keberhasilan normalisasi antara Israel dan Arab Saudi pada 2023 kemungkinan besar akan mempercepat proses serupa dengan Indonesia.

Program ini bukanlah hal baru. Sejak 2022, Israel telah menjalankan inisiatif daring yang melibatkan sekitar 100 warga Indonesia dan Israel dalam dialog lintas sektor, termasuk wirausaha, teknologi, dan pengembangan bisnis. Inisiatif tersebut dirancang untuk memperkuat jaringan yang sudah ada antara individu-individu dari kedua negara, dengan tujuan akhir membangun kemitraan resmi antara pemerintah dan masyarakat demi kemajuan bersama di bidang inovasi, budaya, dan kerukunan antarumat beragama.

Israel menilai, upaya Hamas pada 7 Oktober 2023 di Gaza telah menghambat pembicaraan normalisasi dengan Arab Saudi dan Indonesia, namun mereka percaya bahwa tekanan politik dan sinyal dari Jakarta kini mulai mengarah pada terobosan baru.

Previous articlePersija Jakarta Resmi Lepas Gustavo Almeida, Striker 33 Gol Berpisah dengan Macan Kemayoran
Next articleGempa NTT Tambah Korban Tewas Jadi 103 Orang pada Hari ke-11