Home Berita Internasional Iran Serang Bandara Kuwait, AS Balas Serang Qeshm

Iran Serang Bandara Kuwait, AS Balas Serang Qeshm

Sumbawanews.com,- Serangan drone dan rudal oleh Iran terhadap Bandara Internasional Kuwait pada Rabu pagi menyebabkan sejumlah korban luka dan kerusakan parah pada fasilitas terminal T1, memaksa penundaan dan dialihkannya seluruh penerbangan. Pemerintah Kuwait mengecam serangan itu sebagai “tindakan kriminal,” sementara Amerika Serikat mengklaim telah menangkal serangkaian serangan serupa di wilayah Teluk, termasuk menembak jatuh drone dan rudal yang ditujukan ke Bahrain dan Kuwait.

Menurut laporan agensi berita resmi Kuwait, KUNA, dua rudal Iran gagal mencapai sasaran di Kuwait—sebagian pecah di udara atau jatuh sebelum tiba. Tiga rudal lain yang diluncurkan menuju Bahrain berhasil dibekuk oleh sistem pertahanan udara gabungan AS dan Bahrain. Pihak militer AS, melalui Komando Pusat (CENTCOM), juga menyatakan bahwa gelombang drone tambahan yang ditujukan ke pasukan AS di Kuwait gagal mencapai target, dengan sejumlah drone ditembak jatuh.

Sebagai respons, CENTCOM melancarkan serangan balasan terhadap stasiun kendali militer Iran di Pulau Qeshm, sebuah lokasi strategis di Selat Hormuz yang menjadi jalur utama perdagangan minyak global. AS menegaskan tidak ada personelnya yang terluka dalam serangan itu. Namun, Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) membantah klaim AS, menyatakan bahwa mereka justru menyerang pangkalan militer AS di Bahrain dan fasilitas udara regional sebagai pembalasan atas serangan di Qeshm. CENTCOM langsung membantah: “SEMUA SERANGAN IRAN GAGAL.”

Presiden AS Donald Trump, dalam unggahan di Truth Social, menegaskan bahwa pembicaraan damai dengan Iran tetap berlangsung—menyangkal laporan yang menyebut perundingan telah terhenti. “Laporan sebaliknya hanyalah berita palsu,” tegasnya. Namun, media Iran melaporkan bahwa komunikasi resmi antara Teheran dan Washington telah terputus selama beberapa hari terakhir.

Di Teheran, pejabat parlemen menyatakan bahwa AS “hanya mengerti bahasa rudal, bukan diplomasi.” Serangan terhadap kapal minyak Iran dan fasilitas komunikasi IRGC di Qeshm dianggap sebagai provokasi yang memicu balasan. Pulau Qeshm, yang berada di jalur strategis Selat Hormuz, telah menjadi titik fokus konflik sejak perang dimulai pada Februari lalu—kala itu, Iran secara efektif menutup selat tersebut sebagai bagian dari blokade maritim.

Meski gencatan senjata antara AS dan Iran secara resmi berlaku sejak 8 April, upaya mencapai kesepakatan permanen masih mandek. Kedua pihak sempat menyatakan mencapai kesepakatan awal pekan lalu, tetapi belum menandatangani dokumennya. Sementara itu, AS telah menahan enam kapal yang diduga mencoba melanggar blokade sejak 13 April, termasuk satu kapal yang ditargetkan dengan rudal hingga tak berdaya.

Sementara itu, eskalasi di Lebanon semakin memperburuk situasi. Serangan udara Israel di selatan Lebanon pada Selasa menewaskan lima orang, termasuk seorang anak, dan melukai 48 lainnya—di antaranya petugas rumah sakit dan fasilitas medis. Kementerian Kesehatan Lebanon mengecam serangan terhadap rumah sakit Tebnine sebagai bagian dari pola sistematis yang mengancam infrastruktur kemanusiaan. Pasukan Israel kini melakukan invasi terdalam dalam lebih dari dua dekade, dengan serangan berkelanjutan yang mengancam pinggiran Beirut, memperbesar risiko gencatan senjata di kawasan ini runtuh sepenuhnya.

Dengan Selat Hormuz tetap tertutup, dan kepercayaan antar pihak semakin retak, kawasan Teluk kini berada di ambang kekacauan yang lebih luas—di mana setiap serangan, baik militer maupun politik, bisa memicu reaksi berantai yang tak terkendali.

Previous articleKetua Komisi VII DPR Protes Tak Disapa Menpar
Next articleGoogle Buka Desain Fitbit Air untuk Dicetak 3D oleh Pengguna
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik