Sumbawanews.com,- Tim nasional U-17 Indonesia, melalui Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara, resmi bertanding di Srikandi Merdeka Cup 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, mulai 14 hingga 23 Agustus 2026. Tuan rumah mengirim dua tim untuk bersaing melawan enam negara lain: Malaysia, Singapura, Thailand, Yordania, Hong Kong, dan Arab Saudi. Pelatih Putri Nusantara, Takumi Taniguchi, menegaskan ambisinya meraih hasil terbaik meski masa persiapan singkat, sementara pelatih Garuda Pertiwi, Timo Scheunemann, menargetkan timnya tampil di semua lima laga—hingga final—sebagai bagian dari strategi jangka panjang pengembangan pemain.
Taniguchi, pelatih asal Jepang, menyatakan kepercayaannya bahwa para pemain telah bekerja keras meski waktu latihan terbatas. “Saya sangat antusias dengan tim ini dan ingin meraih hasil terbaik. Persiapan kami singkat tapi para pemain bekerja keras. Sejauh ini persiapan kami berjalan mulus dan saya percaya diri kami bisa menang dan membuktikannya,” ujarnya dalam konferensi pers pada Jumat, 14 Agustus 2026. Sementara itu, Scheunemann, yang berusia 52 tahun, menekankan bahwa setiap pertandingan adalah kesempatan untuk menilai dan memperkuat kualitas timnas senior di masa depan. “Bagi saya semua pertandingan itu penting. Karena menang atau kalah bakal membuat pemain lebih baik ke depannya. Turnamen ini U-17, jadi utamanya adalah pengembangan pemain dan mencari pemain tangguh untuk memperbaiki kualitas timnas senior kita,” katanya.
Garuda Pertiwi membuka laga grup A melawan Arab Saudi pada Jumat, 14 Agustus 2026, pukul 20.00 WIB, sebelum menghadapi Malaysia dan Hong Kong. Sementara Putri Nusantara berlaga di grup B, memulai perjalanan mereka dengan lawan berat, Thailand, pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 15.00 WIB, diikuti oleh pertandingan melawan Singapura dan Yordania. Dua tim teratas dari masing-masing grup akan melaju ke semifinal, dengan pemenang final berhak atas gelar juara.
Dengan fokus pada pembinaan jangka panjang, kedua tim Indonesia tidak hanya berlaga untuk menang, tetapi juga untuk mengidentifikasi bakat-bakat baru yang bisa menjadi tulang punggung timnas senior di masa depan.















