Sumbawanews.com,- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti meluncurkan lima program pemulihan pendidikan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pasca-bencana. Program ini mencakup rehabilitasi sekolah yang rusak, pemenuhan sarana belajar seperti meja, kursi, dan buku pelajaran, pemberian insentif serta pelatihan bagi guru, dukungan kegiatan belajar non-kurikuler termasuk konseling, dan pendampingan psikososial bagi siswa, guru, dan orang tua. Tujuan utamanya memastikan pembelajaran berjalan lancar, terutama bagi siswa kelas 12 yang akan mengikuti tes kemampuan akademik pada Oktober 2026. Sebagian besar siswa telah kembali belajar di sekolah asal, meski sejumlah sekolah masih menggunakan fasilitas sekolah lain sebagai tempat sementara.















