Sumbawanews.com,- Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Maluku meningkatkan pengawasan keimigrasian melalui sinergi intelijen, penegakan hukum, dan kolaborasi lintas sektor guna menciptakan iklim yang aman dan menarik bagi investasi serta pariwisata. Langkah ini diambil menyusul tantangan geografis Maluku sebagai wilayah kepulauan dengan banyak pulau terluar dan mobilitas penduduk yang tinggi.
Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Maluku, Gindo Ginting, menegaskan bahwa keberhasilan sistem keimigrasian tidak hanya diukur dari kecepatan pelayanan, tetapi juga dari kemampuan menjaga kedaulatan negara. “Pengawasan yang efektif, penegakan hukum yang adil, dan partisipasi masyarakat adalah tiga pilar utama yang harus berjalan seiring,” ujarnya di Ambon, Rabu (1/7).
Untuk memperkuat jaringan pengawasan, Kanwil Imigrasi Maluku memperdalam koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan instansi terkait. Pendekatan preventif menjadi fokus utama, dengan menghindari krisis sebelum terjadi melalui pemantauan dini dan pengenalan dini potensi kerawanan.
Program PIMPASA (Pengawasan Imigrasi Berbasis Masyarakat) dan Desa Binaan Imigrasi juga menjadi strategi kunci. Inisiatif ini mendorong partisipasi aktif masyarakat desa dalam melaporkan dan mengawasi aktivitas keimigrasian, sehingga pengawasan menjangkau hingga tingkat paling bawah.
Gindo menekankan bahwa semua tindakan harus berlandaskan integritas, transparansi, dan profesionalisme. “Kami tidak mengorbankan keamanan demi pelayanan cepat. Sebaliknya, pelayanan prima justru harus dibangun di atas fondasi keamanan yang kokoh,” katanya.
Upaya ini sejalan dengan visi pembangunan daerah yang menargetkan peningkatan investasi asing dan kunjungan wisatawan. Dengan sistem keimigrasian yang terkendali dan responsif, Maluku berpotensi menjadi destinasi yang lebih dipercaya oleh investor dan pelancong internasional, tanpa mengorbankan kedaulatan NKRI.
“Kolaborasi bukan pilihan, tapi kebutuhan. Dengan budaya kerja yang berintegritas, kami yakin bisa mendukung kemajuan daerah sekaligus menjaga keutuhan negara,” tambah Gindo.















