Home Berita Olah Raga Tembok Hidup Kongo Hentikan Serangan Inggris di 32 Besar Piala Dunia 2026

Tembok Hidup Kongo Hentikan Serangan Inggris di 32 Besar Piala Dunia 2026

Sumbawanews.com,- Atlanta, 2 Juli 2026 — Kiper Republik Demokratik Kongo, Lionel Mpasi, menjadi pahlawan tak terduga dalam laga 32 besar Piala Dunia 2026, setelah melakukan lima penyelamatan gemilang dan membuat tim juara dunia Inggris nyaris frustrasi. Meski akhirnya kalah 1-2 di Stadion Atlanta pada Rabu malam (1/7) waktu setempat, Kongo berhasil bertahan sejak menit ke-7 hingga babak kedua berkat performa luar biasa Mpasi, yang menahan sejumlah peluang emas dari Harry Kane dan Jude Bellingham. Gol penyeimbang Kane di menit 67 akhirnya memutuskan laga, membuat Inggris lolos ke babak 16 besar dengan skor 2-1.

Mpasi, kiper berusia 26 tahun yang membela klub Le Havre di Ligue 1 Prancis, menjadi sorotan utama sepanjang pertandingan. Ia menggagalkan sepakan keras Marcus Rashford di menit ke-55, lalu menahan tendangan bebas Bellingham yang nyaris mengubah jalannya pertandingan sebelum Kane mencetak gol pertama. Pada menit ke-67, setelah umpan silang Anthony Gordon, Kane menyundul bola ke pojok gawang—meski sempat tersentuh tangan Mpasi, wasit tetap mengesahkan gol. Rekor Sofascore mencatat Mpasi mendapat nilai 7,6, tertinggi sepanjang laga, bahkan menyamai rekan satu timnya, Aaron Wan-Bissaka.

Meski kalah, Kongo menjadi tim Afrika ketiga yang tersingkir setelah Senegal dan Ghana, namun performa mereka menunjukkan kemajuan signifikan. Pelatih Sebastien Desabre memuji mental timnya, sementara Mpasi mengakui kekecewaannya atas dua gol yang masuk. “Tugas saya adalah membela gawang, dan saya melakukan yang terbaik,” katanya dalam wawancara pasca-laga. “Saya ingin menahan semua tembakan, tapi bola kadang tak mau patuh.”

Inggris, yang kini mengoleksi tujuh poin dari tiga pertandingan di Grup L, akan menghadapi Meksiko di babak 16 besar pada 6 Juli mendatang di Estadio Azteca, Mexico City. Laga ini menjadi ujian berat bagi tim asuhan Thomas Tuchel yang mulai menunjukkan kelemahan di lini belakang, meski ketajaman Kane tetap menjadi solusi utama. Sementara itu, Mpasi dan Kongo pulang dengan kepala tegak—mengubah citra tim mereka dari underdog menjadi tim yang mampu menahan kekuatan raksasa sepak bola dunia.

Previous articleImigrasi Maluku Perkuat Pengawasan demi Atraksi Investasi dan Pariwisata
Next articleEks Wonderkid Indonesia Tristan Alif Naufal Resmi Pensiun Dini