Sumbawanews.com,- Mayat seorang ibu lanjut usia berusia 70 tahun dan anak perempuannya yang berusia 38 tahun ditemukan dalam kondisi membusuk di dalam rumah mereka di Desa Muliorejo, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Keduanya ditemukan tergeletak terpisah—si ibu di lantai dua, sementara sang anak di ruang tamu—setelah warga melaporkan bau tak sedap yang menyengat selama beberapa hari berturut-turut.
Polisi tiba di lokasi pada Sabtu, 23 Mei pukul 11.00 WIB, setelah kepala dusun memanjat tangga dan mengintip lewat jendela, lalu melaporkan pemandangan mengerikan itu. Bersama perangkat desa dan warga, petugas memaksa masuk ke dalam rumah yang telah lama terkunci. Kondisi jenazah sudah sangat membusuk, namun tetap utuh, tanpa tanda kekerasan atau luka luar yang mencurigakan.
Kanit Reskrim Polsek Medan Sunggal, Iptu Herman Sentosa, menyatakan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal tim Inafis, tidak ditemukan indikasi tindak pidana. Dugaan sementara menyebut keduanya meninggal akibat penyakit. Si ibu, Ai Kiat, diketahui lumpuh dan tak mampu bergerak, sementara anaknya, Linawati, sering sakit-sakitan dan tak mampu merawat ibunya secara mandiri.
“Tidak ada tanda kekerasan. Dari keterangan tetangga, mereka hidup sendirian, jarang berinteraksi, dan kondisi ekonominya sangat memprihatinkan,” ujar Herman, Selasa (26/5).
Namun, hingga kini belum ada anggota keluarga inti yang datang untuk mengklaim jenazah. Pihak kepolisian telah mencari kerabat terdekat, namun yang datang hanya seorang sepupu jauh yang mengaku tidak tinggal bersama dan tidak mengetahui detail kondisi kesehatan maupun keuangan korban. Rumah yang ditinggali sejak lama itu tampak terbengkalai, tanpa tanda-tanda kehidupan aktif dalam waktu yang cukup lama.
Warga mengatakan, Ai Kiat dan Linawati memang dikenal sebagai pasangan yang tertutup. Mereka jarang keluar rumah, tak pernah menghadiri acara tetangga, dan tidak pernah terlihat menerima bantuan sosial. Bau busuk yang akhirnya memicu laporan berasal dari kegagalan sistem alami: tidak ada yang memperhatikan, tidak ada yang bertanya, hingga tubuh mereka mulai membusuk sendiri di dalam ruang yang sunyi.
Polisi masih menunggu hasil otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk memastikan penyebab pasti kematian, termasuk apakah faktor kelaparan, penyakit kronis, atau keterlantaran menjadi pemicu utama. Informasi awal menyebut keduanya terlilit utang, namun hal itu belum terkonfirmasi.
Hingga kini, jenazah masih menunggu di rumah duka sementara—bukan karena tidak ada yang peduli, tapi karena tak ada yang datang. Di tengah hiruk-pikuk kota, dua jiwa menghilang tanpa suara, dan hanya bau busuk yang akhirnya membangunkan dunia luar.















