Home Berita Nasional Iran Ancam Balasan Mematikan Usai Serangan AS-Israel

Iran Ancam Balasan Mematikan Usai Serangan AS-Israel

Sumbawanews.com,- Istanbul – Iran memperingatkan bahwa setiap serangan baru dari Amerika Serikat dan Israel akan dijawab dengan kekuatan yang jauh lebih luas, lebih mematikan, dan melampaui batas wilayah. Pernyataan tegas itu disampaikan juru bicara senior Angkatan Bersenjata Iran, Abolfazl Shekarchi, yang menegaskan bahwa respons Teheran tidak akan terbatas pada reaksi balas dendam lokal, tetapi akan mencakup dimensi strategis yang jauh lebih dalam.

“Jika kawasan memasuki babak perang baru, respons Iran akan melampaui batas geografis dan berlangsung jauh lebih keras serta lebih kuat,” ujar Shekarchi dalam pernyataan resmi yang dikutip kantor berita Fars, Selasa (26/5).

Ancaman ini muncul setelah laporan dari media internasional menyebut pesawat tempur AS dan Israel menyerang kapal-kapal milik Iran di perairan selatan Pulau Larak, dekat Selat Hormuz, pada beberapa hari terakhir. Serangan itu diklaim menewaskan sejumlah warga sipil Iran dan merusak aset maritim milik Garda Revolusi Islam (IRGC).

Ketegangan yang kian memanas ini terjadi di tengah upaya mediasi yang dipimpin Pakistan untuk meredam konflik yang meletus sejak serangan udara AS-Israel terhadap fasilitas militer Iran pada 28 Februari lalu. Serangan itu memicu balasan rudal Iran yang melanda wilayah Irak dan Suriah, memicu kekhawatiran global akan eskalasi perang regional.

Gencatan senjata yang mulai berlaku pada 8 April lalu sempat menenangkan situasi, dan kemudian diperpanjang tanpa batas waktu oleh Presiden AS Donald Trump. Namun, serangan terbaru di Selat Hormuz diyakini telah meruntuhkan kerentanan gencatan senjata itu, memicu kekhawatiran bahwa kawasan tengah memasuki fase baru konfrontasi militer yang lebih berbahaya.

Pernyataan Iran tidak hanya berupa retorika. Dalam beberapa bulan terakhir, Teheran telah meningkatkan kapabilitas rudal balistik, memperluas jangkauan drone tempur, dan memperkuat jaringan mitra strategis di kawasan Timur Tengah—langkah-langkah yang menunjukkan persiapan untuk konflik berskala lebih luas.

Sementara itu, negara-negara seperti Mesir, Uni Emirat Arab, dan Siprus dikabarkan tengah menggelar pembicaraan diplomatik di Kairo untuk mendorong kembali jalur negosiasi, sementara Quad—kelompok keamanan AS, Jepang, India, dan Australia—menyerukan solusi damai dan menolak tindakan sepihak yang bisa memicu krisis lebih besar.

Namun, dengan pernyataan Shekarchi yang jelas dan tegas, Iran menunjukkan bahwa ia tidak lagi mengandalkan diplomasi semata. Ancaman “balasan lebih keras” bukan sekadar kata-kata—ia adalah sinyal bahwa Teheran siap mengubah konflik lokal menjadi perang strategis yang berdampak global.

Previous article**KY Selidiki Dugaan Pelanggaran Etik Hakim Militer di Kasus Andrie Yunus**
Next articleIbu dan Anak Tewas Membusuk dalam Rumah Terkunci
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik