Home Berita Internasional Gedung Putih Targetkan Kesepakatan Iran Pekan Depan

Gedung Putih Targetkan Kesepakatan Iran Pekan Depan

Sumbawanews.com,- Pemerintah Amerika Serikat menargetkan kejelasan kesepakatan dengan Iran dalam waktu seminggu ke depan, menyusul serangkaian perundingan intensif yang memasuki tahap kritis. Seorang pejabat senior Gedung Putih mengungkapkan harapan bahwa Teheran akan merespons proposal baru dari Presiden Donald Trump dalam waktu dekat—diperkirakan dalam tiga hari ke depan—sebagai langkah menuju penghentian permusuhan yang telah memicu ketegangan global.

Proposal AS yang disampaikan ke Iran dinilai lebih ketat dibandingkan sebelumnya, mencakup pembatasan ketat terhadap program nuklir dan pengawasan internasional yang lebih mendalam. Meski demikian, Washington bersikeras siap menunggu hingga kesepakatan benar-benar memenuhi standar keamanan nasionalnya. “Kami bersedia menunggu agar presiden mendapatkan apa yang dimintanya. Bisa dalam waktu seminggu. Bisa kurang. Bisa juga lebih lama. Menjelang pergantian pekan, kami berharap sudah ada sesuatu,” ujar pejabat itu kepada Axios, seperti dilansir The New York Times.

Ketegangan antara AS dan Iran memuncak setelah serangan bersama AS-Israel pada 28 Februari yang menargetkan sejumlah fasilitas strategis di Iran, menewaskan warga sipil dan merusak infrastruktur kritis. Respons Teheran yang keras memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik, hingga akhirnya kedua pihak sepakat mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada 7 April. Namun, perundingan lanjutan di Islamabad gagal membuahkan hasil, memicu AS untuk memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sebagai tekanan ekonomi.

Dalam upaya meredam ketegangan, Trump kemudian memperpanjang jeda militer untuk memberi ruang bagi Iran menyusun proposal perdamaian. Namun, sinyal dari Teheran tetap ambigu. Meski tidak menolak negosiasi, Iran menuntut pencabutan sanksi secara sepihak dan jaminan bahwa kesepakatan tidak akan dibatalkan seperti pada masa lalu—sebuah kekhawatiran yang diperdalam oleh kebijakan Trump yang berubah-ubah.

Sementara itu, dunia internasional menanti dengan hati-hati. Rusia dan China, yang telah memperkuat hubungan strategis dengan Iran, disebutkan tengah memantau perkembangan dengan cermat, terutama terkait kemungkinan akses khusus kapal mereka di Selat Hormuz. Sementara negara-negara regional seperti Oman dan Uni Emirat Arab diberi peringatan oleh AS agar tidak menjadi jalur pelarian bagi barang-barang strategis Iran.

Dengan waktu yang semakin sempit, tekanan politik kini berpindah ke Teheran. Jika respons Iran tidak memadai, AS berpotensi kembali mengambil langkah militer atau memperluas blokade. Namun, jika kesepakatan tercapai, ini bisa menjadi titik balik penting dalam hubungan AS-Iran yang telah terpuruk selama lebih dari satu dekade.

Pekan ini, seluruh mata dunia tertuju pada Washington dan Teheran—bukan hanya karena kepentingan nuklir, tapi karena stabilitas energi global, keamanan maritim, dan masa depan perdamaian di Timur Tengah bergantung pada keputusan yang akan diambil dalam hitungan hari.

Previous articlePembubaran Ibadah di Bantul, Menag Tegaskan: Tak Boleh Terulang
Next articlePintu Institusional Jawab Kebutuhan Bisnis di Pasar Kripto
Avatar photo
Jurnalis Jaringan Sumbawanews berkomitmen membangun jurnalistik sehat berlandaskan UU Pers No. 40/1999 dan UU KIP No. 14/2008. Kami menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dengan mengedepankan koordinasi, investigasi, dan verifikasi untuk menjamin akurasi informasi, integritas penulisan, serta tata bahasa yang baik