Sumbawanews.com,- Pemain asal Prancis Gabriel Mutombo, yang baru saja resmi bergabung dengan Persib Bandung, sebelumnya menjadi salah satu bek termahal di Liga Thailand saat membela Ratchaburi FC pada musim lalu. Dengan gaji mencapai €400.000 per tahun (sekitar Rp8,1 miliar), ia hanya kalah dari tiga pemain top di tim asal Thailand tersebut—Denilson, Jonathan Khemdee, dan Thanawat Suengchitthawon.
Sebelum pindah ke Asia Tenggara, Mutombo telah menapaki karier di liga-liga top Eropa. Ia memulai karier profesional di US Orleans pada 2019/2020 dengan gaji sekitar $137.064 per tahun (Rp2,46 miliar), lalu melanjutkan perjalanan ke Troyes di Ligue 1, di mana gajinya sempat menyentuh $141.982 (Rp2,5 miliar) di musim pertamanya. Meski sempat mengalami penyesuaian gaji pada periode berikutnya, lonjakan signifikan terjadi saat ia bergabung dengan Ratchaburi FC.
Di tim yang bermarkas di Ratchaburi, ia tidak hanya menjadi tulang punggung lini belakang, tetapi juga menjadi momok menakutkan bagi Persib Bandung saat bertemu di babak 16 besar ACL Elite Two musim lalu. Kehadirannya di laga itu menjadi salah satu faktor yang membuat Maung Bandung kesulitan menembus pertahanan lawan.
Kini, Mutombo dipercaya sebagai pengganti Federico Barba, bek andalan Persib yang membawa tim meraih gelar juara Super Liga musim lalu. Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyatakan bahwa pengalaman Mutombo di kompetisi Eropa maupun Asia menjadi alasan utama keputusan ini. “Dengan bekal pengalaman di berbagai liga, kami yakin ia bisa beradaptasi cepat dan memberikan kontribusi maksimal bagi PERSIB,” ujarnya.
Kontrak satu tahun telah disepakati antara Mutombo dan Persib. Pemain berpostur 191 cm ini direncanakan akan menjadi bagian dari skuad Igor Tolic dalam empat ajang kompetisi musim depan, termasuk Liga 1, Piala Indonesia, dan dua turnamen Asia.
Kedatangannya bukan hanya soal kualitas teknis, tapi juga simbol komitmen Persib untuk membangun tim yang kompetitif di level domestik maupun kontinental. Dengan kehadiran Mutombo, Maung Bandung kembali menunjukkan niat serius menata lini belakangnya—bukan hanya sebagai pelindung gawang, tapi juga sebagai ujung tombak strategi permainan.















